Bangun Pabrik Baterai, Toyota Lebih Pilih Amerika Dibandingkan Indonesia

Tim detikcom - detikOto
Rabu, 20 Okt 2021 10:46 WIB
Toyota Camry anyar
Ilustrasi pabrik Toyota Foto: Toyota
Jakarta -

Toyota pastikan akan menggelontorkan dana besar untuk bisa berinvestasi pabrik baterai dan segala kebutuhan kendaraan listrik. Tak tanggung-tanggung, pabrikan Jepang menyatakan akan mengeluarkan investasi hingga USD 13,6 miliar atau setara dengan Rp 191 triliunan, yang di dalamnya bakal terlahir teknologi solid state battery tech.

Sebagai langkah pertama Toyota, produsen raksasa otomotif dunia ini mengatakan akan mengeluarkan dana hingga USD 3,4 miliar (Rp 47 triliunan) selama 10 tahun untuk bisa membangun pabrik baterai di Amerika Serikat, seperti dikutip dari Motortrend.

Lokasi dan di mana letak pabrik ini akan berdiri memang masih dirahasiakan, meski demikian Toyota memastikan pabrik akan mulai beroperasi pada 2025. Bahkan Toyota memperkirakan pabrik mereka ini akan memperkerjakan sekitar 1.750 pekerja dan sekaligus akan memindahkan kantor pusat mereka yang awalnya berada di California pindah ke Texas.

Toyota juga mengatakan akan tetap memproduksi mobil hybrid di beberapa pabrik mereka yang berada di wilayah barat dan selatan Amerika Serikat. Selain itu Toyota juga memastikan akan memiliki pabrik baru hasil patungan bersama Mazda di Alabama.

Akan tetapi Toyota belum menjelaskan model apa saja yang bakal diproduksi, namun bocorannya Toyota akan memproduksi BEV bZ4X model yang bakal memiliki platform patungan bersama dengan Subaru Solterra.

(lth/lua)