Makin Agresif, Raksasa Otomotif China Mau Caplok Pabrik Nissan di Eropa

Luthfi Anshori - detikOto
Jumat, 08 Okt 2021 11:45 WIB
Perbandingan logo Nissan
Raksasa otomotif China, Great Wall Motors ingin akuisisi pabrik Nissan di Barcelona, Spanyol.Foto: Istimewa
Jakarta -

Raksasa otomotif China, Great Wall Motors, begitu agresif. Setelah mengakuisisi pabrik General Motors di Thailand, kini Great Wall berambisi mengambil alih fasilitas perakitan Nissan di Barcelona, Spanyol.

Kendati kondisi perekonomian global sedang tidak baik-baik saja akibat pandemi virus Corona, hal itu tidak menghentikan langkah Great Wall Motors (GWM) untuk memperluas ekspansi bisnisnya.

Ketika General Motors menutup operasinya di Asia Tenggara, GWM membeli pabrik lama GM di Rayong, Thailand, dan sejak itu mereka berinvestasi besar-besaran untuk meningkatkan kapasitas produksinya.

Saat ini pabrik tersebut memiliki kapasitas perakitan kendaraan konvensional 180.000 unit dan pabrik pembuatan mesin dengan kapasitas sekitar 120.000 unit. Di masa depan, GWM berencana membuat kendaraan listrik (EV), termasuk pabrik pembuat baterainya.

Setelah mengakuisisi pabrik General Motors tersebut, baru-baru ini GWM dikabarkan berminat membeli pabrik Nissan di Barcelona, Spanyol. Pabrik Nissan di negeri Catalan itu akan menutup operasinya pada Desember 2021, sebagai bagian dari restrukturisasi global Nissan.

Seperti dikutip dari Autoindustriya, pemerintah Spanyol dan Nissan disebut-sebut akan melakukan pembicaraan dengan GWM terkait dengan kemungkinan pengambilalihan fasilitas yang memiliki tiga pabrik terpisah itu.

Menurut sumber anonim yang dekat dengan masalah ini, GWM diduga tertarik untuk mendapatkan pabrik perakitan kendaraan yang lebih besar. GWM juga disebut-sebut akan mempertahankan 1.300 karyawan dari total 3.000 karyawan yang bekerja di pabrik Nissan Barcelona tersebut.

Selain berbicara dengan GWM, Nissan dan pihak berwenang Spanyol juga berkomunikasi dengan produsen sepeda motor listrik asal Spanyol, Silence, serta perusahaan teknik lokal QEV Technologies, yang saat ini memimpin pusat produksi kendaraan listrik (EV).

Meski banyak pesaingnya, GWM diyakini bisa mendapatkan pabrik Nissan itu, karena mereka memang butuh fasilitas perakitan yang lebih besar. Sementara QEV Technologies dan Silence mencari pabrik yang lebih kecil.

(lua/lth)