Xiaomi Resmi Terjun ke Dunia Otomotif, Fokus Bikin Mobil Listrik Otonom

Luthfi Anshori - detikOto
Selasa, 07 Sep 2021 11:42 WIB
BARCELONA, SPAIN - FEBRUARY 26:  A logo sits illumintated outside the Xiaomi booth on day 2 of the GSMA Mobile World Congress 2019 on February 26, 2019 in Barcelona, Spain. The annual Mobile World Congress hosts some of the worlds largest communications companies, with many unveiling their latest phones and wearables gadgets like foldable screens and the introduction of the 5G wireless networks. (Photo by David Ramos/Getty Images)
Xiaomi akan ikutan bikin mobil listrik. (David Ramos/Getty Images)
Jakarta -

Perusahaan teknologi asal China, Xiaomi, siap terjun ke dunia otomotif. Perusahaan yang terkenal dengan produk smartphone dan gadget itu akan ikutan membuat mobil listrik berteknologi otonom.

Seperti dikutip dari Carscoops, Xiaomi resmi mengumumkan pembentukan perusahaan baru, Xiaomi EV Company Limited. Perusahaan ini memiliki modal terdaftar 10 miliar RMB atau setara Rp 21,9 triliun.

Disebutkan, Xiaomi mengumumkan bahwa mereka telah menghabiskan lima bulan terakhir untuk melakukan riset pengguna dan inspeksi rantai industri. Riset ini melibatkan lebih dari 2.000 survei wawancara dan kunjungan ke lebih dari 10 rekan dan mitra industri.

Perusahaan baru Xiaomi itu juga dikabarkan telah melakukan perekrutan karyawan melalui Weibo dan dalam waktu kurang dari sebulan, telah menerima lebih dari 20.000 pendaftar. Saat ini Xiaomi EV Company Limited disebut-sebut telah membentuk tim dengan 300 karyawan.

Bagaimana Cara Xiaomi Membuat Perusahaan Mobil Listrik?

Tentunya bukan perkara yang mudah bagi Xiaomi untuk membuat perusahaan otomotif sendiri. Merek yang didirikan oleh Lei Jun itu terlebih dahulu harus mengakusisi perusahaan teknologi mengemudi otonom Deepmotion Tech. Akuisisi ini pun dilakukan pada akhir Agustus lalu.

Persoalan kembali muncul pasca pengambil alihan tersebut. Karena bagaimanapun Deepmotion Tech sama sekali belum punya road map (peta jalan) yang berfungsi sebagai panduan untuk memproduksi kendaraan listrik. Apakah EV (Electric Vehicle) itu harus diproduksi sendiri atau diproduksi secara bersama dengan mitra yang sudah piawai membuat kendaraan listrik. Hal-hal itulah yang harus dijawab oleh Xiaomi EV Company Limited.

Sebagai informasi, Lei Jun pertama kali mengumumkan niat Xiaomi untuk terjun ke kendaraan listrik pada awal tahun. Xiaomi bersedia menghabiskan $ 10 miliar (Rp 141,7 miliar) dalam jangka 10 tahun mendatang untuk berinvestasi di kendaraan listrik.

Pada bulan Maret lalu, muncul desas-desus yang mengatakan bahwa Xiaomi sedang berbicara dengan Great Wall untuk menggunakan salah satu fasilitas pabriknya untuk membangun kendaraan listrik dengan mereknya sendiri. Tapi kabar tersebut perlahan hilang dan tidak ada konfirmasi dari Xiaomi maupun Great Wall.

(lua/din)