Terungkap Alasan Orang Indonesia Suka Banget Mobil MPV, Bukan karena Muat Banyak

Tim Detikcom - detikOto
Selasa, 05 Okt 2021 18:16 WIB
Jakarta -

Mobil jenis MPV terutama di kelas low MPV cukup laris di Indonesia. Masyarakat Indonesia banyak yang lebih memilih mobil jenis ini.

Tingginya peminat low MPV di Indonesia ini sangat berbeda dibanding negara-negara lain. Di negara lain, mobil yang paling diminati adalah sedan, dan sekarang mulai beralih ke SUV.

Menurut pengamat otomotif Bebin Djuana, alasan MPV laris di Indonesia adalah karena pajaknya yang rendah dibanding model sedan atau jip.

"Kita ini sudah 30-40 tahun lain sendiri karena suka banget sama MPV. Di dunia (negara) lain nggak ada yang suka banget sama MPV segila negara kita. Kok bisa begitu? Karena dikondisikan. Pada saat itu pemerintah memutuskan untuk mendukung MPV karena kita baru mampu bikin mobil itu. Makanya waktu itu ramai-ramainya konsep mobil rakyat produksi dalam negeri. MPV ini jadi anak emas. Dari sisi perpanjakannya jadi anak emas. diberikan kesempatan selebar-lebarnya untuk memperdalam teknologi, pendalaman teknologi. Kesempatan untuk local content dan seterusnya," kata Bebin kepada detikcom.

Dengan begitu, menurut Bebin, masyarakat tahunya kalau beli MPV sudah pasti lebih murah dibanding model sedan atau jip.

"Sedan dulu kan dibilang mobil mewah. Pajaknya lebih tinggi. Di dunia mana yang mengatakan sedan lebih mewah dan perlu pajak lebih tinggi? Cuma Indonesia," ujar Bebin.

"Selama 30-40 tahun, masyarakat kita itu dididik pakainya MPV. Sekarang anak emas ini apa mau dijadikan anak manja? Sudah sekian lama peraturan perpajakannya berpihak kepada jenis satu ini. Padahal masyarakat belum tentu butuh kendaraan ini. Keluarga muda, suami-istri belum punya anak, atau baru punya anak satu, perlu 7-seater? Itu mobil segitu gede segitu panjang isinya cuma 2 orang, praktis nggak sih?" ucap Bebin.

Nantinya, perpajakan di Indonesia tidak lagi mengusung perhitungan berdasarkan bentuk dan kapasitas mesin mobil. Per 16 Oktober, pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) akan dihitung berdasarkan emisi dan konsumsi bahan bakar. Dengan begitu, pajak sedan bisa lebih murah kalau lebih irit dan emisinya lebih sedikit.

(rgr/din)