Round-up

Rumor Avanza Generasi Terbaru hingga Kasus Airbag Dituntut Sampai Akhirat

Tim detikcom - detikOto
Jumat, 24 Sep 2021 11:21 WIB
Render desain All New Avanza
Render desain Avanza generasi terbaru Foto: Instagram @bagasatriakbar

Lanjutan Drama Airbag Jeep Tak Keluar saat Kecelakaan, Bos Garansindo Menggugat Lagi

Hasil Investigasi Mobil Jeep Bos Garansindo yang Ringsek tapi Airbag Tak KeluarHasil Investigasi Mobil Jeep Bos Garansindo yang Ringsek tapi Airbag Tak Keluar Foto: Dok. PT DAS Indonesia Motor

Beberapa bulan lalu, CEO Garansindo Muhammad Al Abdullah, yang pernah menjadi agen pemegang merek (APM) Jeep di Indonesia, mengalami kecelakaan. Jeep Grand Cherokee keluaran 2015 yang dikendarainya ringsek akibat kecelakaan di Jalan Tol Kanci arah Jawa Tengah, tepatnya pada Kamis (15/7/2021).

Muhammad Al Abdullah atau yang akrab disapa Memet menyayangkan airbag Jeep Grand Cherokee yang tidak keluar saat kecelakaan. Memet juga mempertanyakan fitur keamanan Active Brake Collision System (ABCS) pada Jeep Grand Cherokee 3.6L Summit 2015 yang dirancang untuk menghindari kecelakaan tidak berfungsi. Alhasil, dia harus menginjak rem secara manual semaksimal mungkin.

Menurut Memet, jika pihak principal Jeep tidak bertanggung jawab, dia akan menempuh jalur hukum. Kemarin, Senin (9/8/2021), Memet melayangkan somasi kepada pihak Jeep menindaklanjuti kecelakaan yang dialaminya.

Dhani Yahya, COO DAS Indonesia Motor sebagai distributor resmi Jeep di Indonesia, sudah menerima somasi dari perwakilan Memet. Pihak Jeep kemudian menarik mobil Jeep Grand Cherokee yang ringsek ke bengkel resmi dan sementara disimpan untuk kebutuhan investigasi.

Menurut Dhani, DAS Indonesia Motor sudah mengirimkan laporan kepada principal FCA terkait kecelakaan yang dialami Memet. Namun Dhani menegaskan proses investigasi ini memerlukan waktu, ditambah kondisi pandemi COVID-19 yang belum memungkinkan menerbangkan tim investigator FCA ke Indonesia.

Namun hasilnya nihil. Dhani menyimpulkan, dari hasil investigasi Stellantis tidak mengungkapkan adanya indikasi cacat manufaktur yang menyebabkan dan/atau berkontribusi pada insiden yang dialami.

Tertulis dalam Buku Manual Kendaraan Jeep Grand Cherokee tahun 2014, halaman 73-74, ada beberapa sensor dan kontrol yang menentukan airbag mengembang atau tidak. Pertama dari Occupant Restraint Controller (ORC). ORC menentukan apakah diperlukan penyebaran airbag depan dan/atau samping dalam tabrakan depan atau samping. Berdasarkan sinyal sensor benturan, ORC akan mengeluarkan airbag depan, airbag lutut sisi pengemudi, airbag tirai samping, airbag samping, dan pretensioner sabuk pengaman depan, sesuai kebutuhan. Penyebaran airbag tersebut tergantung pada beberapa faktor, termasuk tingkat keparahannya dan jenis dampak.

Disebutkan, sabuk pengaman diperlukan untuk perlindungan dalam semua benturan. Sabuk pengaman juga diperlukan untuk membantu pengendara atau penumpang tetap pada posisinya, jauh sebelum airbag mengembang.

"Dengan temuan hasil investigasi teknis yang sudah diumumkan ini, kami harap pertanyaan penyebab insiden ini sudah dapat terjawab, dan sekali lagi kami sangat bersimpati atas insiden yang telah terjadi dan kami siap membantu konsumen untuk memperbaiki kendaraan tersebut hingga selesai." tutup Dhani melalui pengumuman resmi ini

Buntut dari hasil investigasi tersebut, bos Garansindo dan pihak kuasa hukumnya mempertimbangkan akan mengajukan gugatan dan juga mengadukan pihak Stellantis ke instansi terkait di Amerika Serikat, termasuk namun tidak terbatas pada FCA Apac Region Head, dan juga Badan Keselamatan Jalan Raya Amerika Serikat (NHTSA).

"Saya tidak terima dengan (hasil investigasi) mereka, seakan-akan selesai. Saya akan tuntut terus. Sampai ke akhirat pun akan saya tuntut," katanya kepada detikcom, Rabu (22/9/2021).