Investigasi Mobil Bos Garansindo Ringsek tapi Airbag Tak Keluar, Tak Ada Cacat Produksi

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Jumat, 17 Sep 2021 09:25 WIB
Jeep Grand Cherokee Ringsek, Airbag Tak Keluar
Jeep Grand Cherokee Milik Bos Garansindo Ringsek, Airbag Tak Keluar. Foto: Dok. Muhammad Al Abdullah.

Pada Kamis (15/7/2021), CEO Garansindo (mantan APM Jeep), Muhammad Al Abdullah, kecelakaan di Tol Kanci Arah Jawa Tengah. Dia menabrak truk dari belakang.

"Kejadiannya saya sedang di jalur kanan tol dan di depan ada mobil Avanza di jalur kanan juga yang tiba-tiba mengerem mendadak," kata pria yang akrab disapa Memet dalam unggahan di Facebook menyertakan foto-foto mobil Jeep yang ringsek cukup parah di bagian depannya.

Memet menyayangkan fitur keamanan Active Brake Collision System (ABCS) pada Jeep Grand Cherokee 3.6L Summit 2015 yang dirancang untuk menghindari kecelakaan tidak berfungsi. Alhasil, dia harus menginjak rem secara manual semaksimal mungkin.

"Iya (ABCS) nggak fungsi. Makanya saya rem bejek abis," ucap Memet kepada detikcom, Senin (19/7/2021).

Saat menginjak rem semaksimal mungkin, setir terbuang ke kiri. Nahas, di kiri ada truk kontainter dan dia menabrak truk kontainer tersebut.

"Alhamdulillah saya driving sendiri, dan Alhamdulillah saya selamat tanpa luka,, walaupun AIRBAGS "PUN" Tidak Keluar !!" sebutnya.

Saat kecelakaan, Memet menegaskan dia menggunakan sabuk pengaman. "Seatbelt terpasang lah, kalau nggak ya saya udah mental keluar," ucap Memet.

Pihak DAS Indonesia Motor yang saat ini menjadi APM Jeep di Indonesia langsung membantu melakukan investigasi. Pihak Jeep Indonesia menarik Jeep Grand Cherokee yang ringsek itu ke bengkel resmi dan disimpan untuk kebutuhan investigasi.

"Kami sebagai General Jeep Distributor Indonesia berkomitmen untuk mengawasi proses ini sebaik-baiknya, dan kami yakin dari principal kami akan melakukan penyelidikan yang komprehensif, menyeluruh dan transparan, untuk dapat menyelesaikan kejadian ini dengan baik. Namun agar dapat dipahami penyelesaiannya akan cukup memakan waktu dengan adanya pandemik yang membatasi pihak investigator dari principal untuk melakukan kegiatannya di Indonesia," ujar Dhani Yahya, COO DAS Indonesia Motor.


(rgr/din)