PPnBM 0% Tinggal Menghitung Hari, Harga Mobil Bakal Naik Lagi

Tim detikcom - detikOto
Minggu, 29 Agu 2021 15:09 WIB

PPnBM 0% Diusulkan Diperpanjang

Kementerian Perindustrian telah mengajukan usulan untuk memperpanjang diskon PPnBM 100% ke Menteri Keuangan. Soalnya, diskon PPnBM mobil baru ini dianggap berhasil.

Tujuan utama dari pemberlakuan diskon PPnBM ini adalah untuk menggerakkan ekonomi. Soalnya, industri otomotif melibatkan banyak industri pendukung. Terlebih, totalnya ada 1,5 juta tenaga kerja terlibat di industri otomotif.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, program diskon PPnBM ini sangat berhasil. Efeknya, penjualan mobil meningkat tajam.

"Pada triwulan II 2021, kenaikannya nggak main-main, 758% bila dibandingkan dengan triwulan II 2020," kata Agus dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI belum lama ini.

"Saya sudah menandatangani surat kepada Menteri Keuangan untuk mengusulkan perpanjangan program PPnBM Ditanggung Pemerintah. Karena kami punya detailnya berkaitan dengan industri-industri pendukung di belakangnya. Itu banyak sekali otomotif itu industri-industri pendukung di belakangnya. Jadi tier 1, tier 2, tier 3, belum lagi IKM yang terlibat di dalamnya itu luar biasa. Sehingga industri bisa tumbuh," kata Agus.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) berharap diskon PPnBM bisa diperpanjang. Menurut Ketua Umum Gaikindo, Yohannes Nangoi, diskon PPnBM memiliki dampak positif.

"Mudah-mudahan jika pemerintah mendengar, siapa tahu oke diperpanjang sampai akhir tahun supaya betul-betul industri otomotif komplet bisa recovery di tahun 2021," kata Nangoi dalam webinar "Evaluasi Dampak Program Relaksasi PPnBM DTP Kendaraan Bermotor", Kamis (19/8/2021).

Dengan menyelamatkan industri otomotif, dampaknya cukup banyak. Beberapa di antaranya termasuk menyelamatkan tenaga kerja hingga ekspor kendaraan.

"Keuntungannya untuk kita adalah bahwa yang namanya industri otomotif bisa kembali bergulir. Sehingga dengan sangat bangga kita utarakan bahwa boleh dikata di industri otomotif tidak dan mudah-mudahan tidak terjadi yang namanya PHK karyawan. Yang ada adalah karyawan kontrak, karyawan yang sifatnya kontrak, habis kontraknya maka tidak diperpanjang lagi. Bahkan sejak bergulirnya relaksasi PPnBM ini, maka para industri otomotif Indonesia mulai lagi mencari karyawan-karyawan baru apakah itu kontrak, segala macam. Sehingga menunjukkan identitas bahwa industri kita membaik," ucap Nangoi.

Keuntungan selanjutnya adalah ekspor kendaraan buatan Indonesia kembali bergulir. Nangoi mengatakan, pihaknya berharap agar ekspor mobil tahun ini bisa kembali ke angka 300 ribu unit setelah turun menjadi 230 ribu unit tahun lalu.

Selanjutnya, dengan adanya diskon PPnBM, konsumen akan kembali bergairah untuk membeli kendaraan baru. Nangoi juga mengatakan bahwa diskon PPnBM membuat pendapatan pemerintah ikut naik, terutama dari sektor PPN, PPh, dan pendapatan daerah seperti bea balik nama dan pajak kendaraan bermotor.

Meski telah diusulkan untuk diperpanjang, peraturan mengenai perpanjangan periode diskon PPnBM belum dikeluarkan Kementerian Keuangan. Jadi, kemungkinan per September 2021 mendatang harga mobil baru akan naik mengikuti diskon PPnBM 25% sampai Desember 2021.


(rgr/mhg)