Masker Mobil yang Bisa Buat Kabin Tetap Bersih dan Terhindar dari Virus

team DetikOto - detikOto
Kamis, 26 Agu 2021 22:08 WIB
Logo recirculation mode pada AC mobil
Ilustrasi sirkulasi udara dalam kabin mobil Foto: Getty Images/iStockphoto/LeshkaSmok
Jakarta -

Pandemi COVID-19 mengajarkan kita untuk memulai hidup bersih dengan beragam kebiasaan baru, termasuk semakin memerhatikan kebersihan kabin mobil juga menjadi hal wajib demi menjaga kesehatan penghuni kabin mobil dan tentunya agar bisa terhindar dari virus atau bakteri. Untuk itu mobil juga membutuhkan masker yang tepat, tapi masker mobil itu apa ya?

Bicara soal masker mobil, filter udara bisa di-analogi-kan sebagai masker atau pelindung sekaligus penyaring udara yang bakal masuk ke dalam kabin mobil. Untuk itu pemilihan filter udara menjadi hal penting demi mendapatkan udara bersih, seperti tertulis dalam rilis Bosch.

Dijelaskan Bosch, kesadaran pengendara mobil di Indonesia terhadap kualitas kesehatan semakin meningkat. Survei Bosch Automotive Aftermarket Indonesia memperlihatkan bahwa 96 persen mengaku sadar akan pentingnya kesehatan udara di dalam mobil. Bahkan, 70 persen mengetahui bahwa sirkulasi udara di dalam mobil berpotensi mengandung partikel yang membahayakan kesehatan. Jajak pendapat Bosch ini melibatkan 300 pengemudi dengan kebiasaan berkendara di jalan selama 2-4 jam sehari, dan telah dijalankan pada April 2020 ketika COVID-19 mulai mewabah.

Selanjutnya survei juga menunjukkan bahwa 58 persen pengemudi merasakan udara dalam kendaraan terasa berdebu (tidak bersih). Menguatkan itu, temuan Stephen Holgate dari University of Southampton membuktikan bahwa kadar polutan di dalam mobil bisa 9 hingga 12 kali lebih tinggi daripada udara di luar kendaraan.

Terlebih kadar polutan semakin memburuk ketika mobil terjebak kemacetan lalu lintas, mengingat emisi gas kendaraan di sekitarnya turut masuk dan tersirkulasi. Artinya, tak hanya pengguna kendaraan yang perlu bermasker untuk melindungi kesehatan diri dan keluarga - apalagi di tengah situasi pandemi seperti sekarang. Mobil pun membutuhkan "masker" berupa filter kabin agar udara di dalamnya lebih berkualitas sehingga para penggunanya tetap nyaman dan lebih sehat ketika berkendara.

Kini Bosch pun mengklaim telah memiliki filter udara mobil terbaik yang mampu menyaring 98% partikel debu, polutan, bakteri dan virus dari luar kendaraan yang disebut Bosch Aeristo Premium.

Filter udaraIlustrasi Filter udara Foto: Wikihow

"Kesehatan diri dan keluarga semakin berharga pada masa pandemi. Karenanya, mobil pribadi yang menjadi moda penting untuk mobilitas kita sehari-hari juga harus mampu mendukung itu. Kualitas udara yang baik di dalam kendaraan dapat tercipta dengan dukungan filter kabin yang tepat. Filter kabin Bosch Aeristo Premium menggunakan material bermuatan elektrostatik yang mampu menghilangkan partikel halus dan polutan udara hingga sekecil 2,5 mikron (atau sebesar 3% diameter rambut manusia)," papar Channel Marketing Manager Bosch Automotive Aftermarket Indonesia, Arditya Wicaktama.



Bosch juga mengatakan dan meyakini filter kabin Bosch Aeristo Premium mampu menyaring kadar partikel udara yang berbahaya dalam kendaraan tertutup. Berdasarkan hasil uji menggunakan air quality meter, tingkat partikel udara berbahaya dalam mobil mencapai 0,52 ketika masih menggunakan filter kabin standar. Bahkan, di luar kendaraan, angkanya berada di kisaran 0,35. Semakin tinggi angka menunjukkan kualitas udara yang kian memburuk. Namun, angka tersebut kemudian anjlok menjadi 0,02 setelah menggunakan filter udara Bosch Aeristo Premium atau filter udara yang terus bersih terinstalasi.

"Filter kabin ini memiliki lapisan polifenol alami berbasis tumbuhan yang mencekal masuknya virus dengan mengurai kandungan proteinnya, serta mencegah pertumbuhan bakteri. Sementara, lapisan karbon aktifnya menyerap dan menetralkan bau tak sedap serta gas berbahaya. Lebih dari itu, Bosch Aeristo Premium juga diperkuat lapisan anti-alergi bersifat anti-jamur yang mampu menyaring penyebab alergi (alergen) seperti bulu bulu hewan peliharaan, serbuk sari, dan spora jamur yang terbawa dalam udara," tutup Arditya.



Simak Video "Peta Sebaran 1.624 Kasus Covid-19 Per 1 Oktober: DKI Tertinggi"
[Gambas:Video 20detik]
(lth/din)