Kenapa Hilux Identik dengan Kelompok Taliban?

Tim detikcom - detikOto
Rabu, 18 Agu 2021 14:56 WIB
Taliban fighters stand guard at a checkpoint in Kunduz city, northern Afghanistan, Monday, Aug. 9, 2021. The militants have ramped up their push across much of Afghanistan in recent weeks, turning their guns on provincial capitals after taking district after district and large swaths of land in the mostly rural countryside. (AP Photo/Abdullah Sahil)
Taliban dengan mobil pikap kabin ganda (double cabin). Foto: AP/Abdullah Sahil
Jakarta -

Kelompok Taliban identik dengan kendaraan-kendaraan Toyota. Toyota Hilux sampai Toyota Land Cruiser diandalkan kelompok Taliban. Apa alasan mereka memilih mobil-mobil itu?

Dikutip dari laman Jalopnik, Toyota Hilux merupakan pilihan kendaraan tepat bagi kaum separatis. Mobil buatan Jepang ini telah teruji durabilitasnya di berbagai jenis jalan. Saking banyak yang menggunakan, bagi mereka Toyota Hilux bisa diibaratkan senapan AK-47 atau basoka RPG-7.

David Kilcullen, counterinsurgency expert atau ahli penumpasan pemberontakan, seperti dilansir Newsweek, mengatakan Toyota Hilux sebagai senjata perang gerilya yang paling penting dan tidak diperhatikan.

"Di Afghanistan khususnya, (pikap Hilux) sangat dihormati," katanya.

"Mereka menggunakan double cabin, karena mereka bisa membawa orang dan barang di belakang, dan juga memuat senjata berat di baknya," kata Kilcullen.

Bukan hanya pemberontak di Afghanistan yang menyukai Hilux. Menurut Andrew Exum, mantan Army ranger, Toyota Hilux ada di mana-mana untuk digunakan sebagai kendaraan perang.

"Ini adalah kendaraan yang setara dengan AK-47. Ini ada di mana-mana untuk perang pemberontak," katanya.

Exum yang telah melihat Hilux beraksi di Timur Tengah, mengatakan bahwa status Toyota terus bertahan. "Karena semua orang menggunakannya, ada suku cadang yang tersedia dengan mudah, dan mekanik di mana-mana tahu cara memperbaikinya. Hal semacam itu muncul dengan sendirinya," ucapnya.

Menurut laporan New York Times pada awal 2000-an, sebagian besar letnan Al Qaeda juga mengendarai Hilux. Tak cuma Hilux, Osama Bin Laden dilaporkan juga lebih suka mobil Toyota yang lebih kekar, Toyota Land Cruiser.

Dr. Alastair Finlan, yang mengkhususkan diri dalam studi strategis di Universitas Aberystwyth Inggris, mengatakan, mobil-mobil itu cepat dan dapat bermanuver serta dapat memberikan serangan terbaik ketika dipasang senapan mesin kaliber 50 yang mudah mengalahkan tentara dan menembus kendaraan lapis baja ringan. "Ini sangat berbahaya terhadap operasi pasukan khusus bersenjata ringan," katanya.

Pada 2006, acara TV Inggris, Top Gear, menjelaskan mengapa Toyota Hilux kerap dipilih sebagai kendaraan perang. Produser acara itu membeli mobil Hilux diesel berusia 18 tahun. Mereka kemudian menabrakkan mobil itu ke pohon, menenggelamkannya di laut selama lima jam, hingga menyalakan api. Sampai akhirnya, mereka mencoba menghancurkannya. Mobil itu masih bisa digunakan meski sudah dicoba berbagai cara tersebut. Yang diperlukan untuk menjalankan kembali mobil tersebut hanyalah palu, kunci pas dan WD-40. Mobil itu bahkan tidak memerlukan suku cadang.

Kilcullen yang telah menghadapi pasukan menggunakan Hilux di Afghanistan, Pakistan, dan Irak mengatakan, umur panjang kendaraan merupakan faktor. Begitu juga ground clearance yang tinggi.

Menurutnya, Hilux sering dipakai oleh pasukan pemberontak sebagai kavaleri versi modern. "Mereka memindahkan senjata ke posisi untuk menembak, dan mereka juga dapat memindahkan orang dengan sangat cepat, turun dengan cepat (dari atas bak mobil). Hilux dirancang dengan sempurna untuk itu. Saya pernah melihatnya 20 orang dan senjata terpasang di salah satunya," kata dia.



Simak Video "Qatar-Taliban Kerja Sama Buka Kembali Bandara Kabul"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)