Apa Benar Taliban Pelanggan Setia Toyota?

Tim detikcom - detikOto
Selasa, 17 Agu 2021 14:03 WIB
HERAT, AFGHANISTAN - OCTOBER 14:  Taliban fighters lay down their weapons as they surrender to the government of Herat Province on October 14, 2009 in Western Afghanistan.  More than 40 insurgents handed in their weapons in the wake of an ongoing government security operation which killed the Taliban commander in the Gazara district, Ghulam Yahya Akbari days ago.  (Photo by Majid/Getty Images)
Taliban disebut sebagai pelanggan setia Toyota karena sering menggunakan Toyota Hilux hingga Land Cruiser. Foto: Getty Images/Majid Saeedi
Jakarta -

Taliban masuk ke Kabul dan merebut Istana Kepresidenan pada 15 Agustus 2021. Presiden Afganistan, Ashraf Ghani, diketahui meninggalkan Kabul pada hari Minggu (15/08/2021) waktu setempat saat Taliban memasuki ibu kota Afghanistan tersebut.

Taliban identik dengan mobil-mobil Toyota. Laman Quartz menyebut Taliban sebagai pelanggan setia Toyota. Selama lebih dari seperempat abad, pikap dan SUV Toyota telah menjadi kendaraan pilihan Taliban. Mobil-mobil itu dapat diandalkan untuk medan berat di Afghanistan dan memiliki AC untuk mengalahkan panas di daerah tersebut.

Asim Elhag, seorang peneliti independen Sudan yang mempelajari konflik di Afrika, telah melihat Toyota Land Cruiser dilengkapi dengan senjata anti-pesawat. Seperti di daerah-daerah konflik di seluruh dunia, mobil-mobil Toyota diandalkan di medan yang sulit.



Wartawan dari India Today menggambarkan, pertama kali pejuang Taliban menyerbu istana kepresidenan ada tank dan pikap Toyota Hilux yang sarat amunisi berpacu ke ibu kota Afghanistan.

"Kendaraan itu adalah platform yang ideal untuk intimidasi dan penegakan hukum," tulis New York Times pada 2001 lalu.

Dari Land Cruiser dan Hilux yang mereka kendarai, kelompok Taliban siap melompat turun dan menegakkan hukum kepada mereka yang dianggap melanggar.

Toyota Larang Konsumen Jual Lagi Land Cruiser Terbaru

Kini, Toyota mengeluarkan kebijakan baru setelah meluncurkan Toyota Land Cruiser terbaru. Toyota melarang konsumen yang membeli Land Cruiser untuk menjual kembali mobilnya atau mengekspor sembarangan. News18 melaporkan, langkah itu dilakukan setelah pemerintah Amerika Serikat bertanya kepada produsen mobil Jepang tersebut mengapa kelompok teroris memiliki begitu banyak kendaraan Toyota.

Untuk memastikan bahwa Land Cruiser terbaru tidak digunakan sembarangan, Toyota dipersenjatai dengan kebijakan perjanjian barunya. Pelanggaran dapat menyebabkan hukuman oleh perusahaan kepada dealer dan dealer kepada pelanggan.

Siapa pun yang membeli Toyota Land Cruiser terbaru harus menandatangani kontrak untuk tidak menjual kembali kendaraan tersebut. Bahkan dealer mungkin harus membayar ganti rugi jika pelanggan mereka menjual kembali Land Cruiser.

Dalam sebuah pernyataan, Toyota mengkonfirmasi tujuan dari klausul ini. "Land Cruiser sangat populer di luar negeri, dan kami prihatin dengan arus kendaraan dari Jepang ke luar negeri segera setelah dirilis, serta kemungkinan diekspor ke wilayah tertentu di mana peraturan keamanan diberlakukan."

"Ada risiko melanggar undang-undang valuta asing. Dan tergantung pada tujuan ekspor, dapat menyebabkan masalah besar yang mengancam keamanan global," kata Toyota dalam pernyataannya.

Melacak cara kelompok-kelompok ini memperoleh mobil Toyota tidaklah mudah. Pada 2015, misalnya, departemen luar negeri AS harus mencari bantuan Toyota untuk mengetahui bagaimana ISIS membeli truk dan pickup baru. Saat itu, Toyota mengatakan kendaraan yang dicuri atau dijual kembali sulit dilacak.



Simak Video "Charlotte Bellis, Jurnalis Wanita yang Curi Perhatian di Preskon Taliban"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/lth)