Banyak Beredar, Bisnis Sparepart Palsu Lebih Untung Dibanding Jual Narkoba

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Rabu, 04 Agu 2021 07:09 WIB
Fokus Suku Cadang Palsu
Hati-hati suku cadang palsu. Foto: Luthfy Syahban
Jakarta -

Sparepart kendaraan palsu masih banyak beredar. Dilaporkan, bisnis sparepart kendaraan palsu lebih menguntungkan dibanding narkoba.

Saat ini, sejumlah produsen otomotif menghadapi krisis chip dan suku cadang. Namun, pasar komponen otomotif palsu sedang booming, seperti dikutip Carscoops.

Menurut Kepala Kekayaan Intelektual Produk Hukum Daimler, Florian Adt, lebih dari 1,7 juta produk palsu disita pada 2020. Perusahaan asal Jerman itu mendukung lebih dari 550 penggerebekan. Hal itu mengalami sedikit peningkatan dari 2019.

Mengingat pandemi virus COVID-19 melanda dunia, perdagangan online suku cadang palsu meningkat secara signifikan. Daimler sangat menyadari hal ini dan berhasil menghapus 138.000 produk palsu dari platform online. Adt mencatat ini hampir tiga kali lebih banyak daripada sebelum pandemi.

Daimler sendiri lebih berfokus pada produk suku cadang yang berhubungan dengan keselamatan seperti rem cakram dan velg. Komponen-komponen ini mungkin terlihat seperti asli, tapi sering kali merupakan tiruan berkualitas rendah yang bahkan tidak memenuhi standar pabrikan.

Daimler telah menguji beberapa barang palsu. Dalam pengujiannya, Daimler menemukan kampas rem palsu memiliki jarak berhenti yang lebih jauh. Lebih-lebih, suku cadang palsu juga lebih cepat aus setelah uji stres.

Daimler juga merilis gambar velg AMG palsu dengan dua jari-jari yang retak selama pengujian.

Dari hasil pengujian itu sudah jelas bahwa suku cadang palsu lebih bahaya. Namun, bisnis suku cadang palsu menarik bagi penjahat karena asosiasi perdagangan Unifab mencatat suku cadang palsu sering kali lebih menguntungkan daripada narkoba.

Cara terbaik untuk menghindari sparepart palsu yang membahayakan adalah dengan membeli suku cadang dari dealer atau perusahaan terkemuka. Suku cadang yang dijual dengan harga yang lebih murah juga perlu diwaspadai keasliannya.



Simak Video "Catat! Ini 54 Wilayah yang Sudah Melayani Perpanjangan SIM via Online"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)