Mobil Listrik China Ini Siap Ganggu Tesla, Harga Dijual Lebih Murah

Ridwan Arifin - detikOto
Jumat, 23 Jul 2021 08:31 WIB
Jakarta -

Mobil besutan Elon Musk kedatangan pemain baru yang bertabur teknologi canggih. Produsen mobil listrik China, Xpeng Inc merilis sedan terbarunya dengan harga lebih kompetitif.

Dikutip dari CNBC Internasional, Kamis (22/7/2021) Xpeng Inc, Produsen mobil listrik China Xpeng Inc, merilis harga sedan P5 barunya serendah 160.000 yuan atau sekitar Rp 358 jutaan, satu hari setelah Tesla meluncurkan versi yang lebih murah dari kendaraan sport Model Y mereka.

Seperti diketahui Tesla Model Y paling murah dengan jarak tempuh lebih pendek baru saja diluncurkan pada awal Juli 2021 ini. Seri tersebut dibanderolan mulai 276.000 yuan (RP 619 jutaan).

Xpeng mematok harga lebih kompetitif lantaran pasar kendaraan listrik China terus memanas dengan semakin banyak produsen yang turun meramaikan ceruk pasar tersebut.

Mobil listrik Xpeng P5, yang merupakan model produksi ketiga Xpeng dan sedan kedua setelah P7, telah diluncurkan awal tahun ini. Ada enam versi mobil yang berbeda dengan fitur yang berbeda, dan harga berkisar dari 160.000 yuan (Rp 358 jutaan) hingga 230.000 yuan (Rp 515 juta).

Xpeng P5Xpeng P5 Foto: Xpeng Motors

Model sedan P7 Xpeng dijual mulai dari 229.900 yuan (Rp 515 jutaan) setelah subsidi. Sementara Tesla Model 3 mulai dari 250.900 yuan (Rp 562 juta) di China.

Perusahaan yang bermarkas di Guangzhou ini menggunakan Lidar, atau deteksi cahaya dan teknologi jangkauan supaya meningkatkan fitur semi-otonomnya. Lidar menggunakan sinar laser sebagai cara memetakan lingkungan di sekitar kendaraan serta mengukur jarak obyek agar mobil bisa menentukan rintangan yang dihadapi.

Empat dari enam model P5 dilengkapi dengan sistem bantuan pengemudi (ADAS) Lidar dan Xpeng yang disebut XPILOT.

Xpeng mengirimkan 17.398 kendaraan pada kuartal kedua tahun ini, meningkat 439% dari tahun ke tahun. Perusahaan berharap P5 dapat membantunya untuk terus meningkatkan penjualan di segmen harga baru.

Tesla menghadapi tekanan yang meningkat di China ketika media pemerintah dan regulator mengkritik pembuat mobil listrik menyusul protes seorang wanita di sebuah pameran mobil besar pada April lalu.

Kendati demikian, total volume dari penjualan dan ekspor Tesla masih lebih besar dari Xpeng - menurut data Asosiasi Mobil Penumpang China (CPCA) mencapai 33.155 Model 3/Model Y pada bulan Juni.

(riar/din)