Diskon PPnBM Terbentur PPKM Darurat, Masih Bisa Dongkrak Penjualan?

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Kamis, 15 Jul 2021 19:09 WIB
Angka penjualan mobil di Indonesia turun drastis gegara pandemi COVID-19. Era new normal diharapkan dapat kembali membuat penjualan mobil di Indonesia bergeliat
Diskon PPnBM terbentur dengan kebijakan PPKM darurat. Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Pemerintah memang memperpanjang diskon PPnBM (pajak penjualan atas barang mewah) sebesar 100% untuk mobil baru. Diskon PPnBM 100% yang semula dijadwalkan sampai Mei 2021 diperpanjang sampai Agustus 2021.

Pemberian diskon PPnBM ini diharapkan bisa menggairahkan pasar otomotif. Di sisi lain, saat ini pemerintah juga menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang memaksa aktivitas masyarakat dibatasi. Artinya, program diskon PPnBM saat ini terbentur dengan kebijakan PPKM Darurat. Apakah penjualan mobil tetap bisa terdongkrak?

Marketing & Customer Relations Division Head PT Astra International-Daihatsu Sales Operation (AI-DSO), Hendrayadi Lastiyoso, mengatakan pada awalnya Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menargetkan penjualan mobil tahun 2021 naik 30% dibanding tahun lalu.

"Yaitu sebesar 750 ribu unit. Tapi dinamikanya sangat tinggi. Ada kebijakan (diskon PPnBM yang diumumkan pada) Februari. Sehingga kita waktu itu menghitung kembali," kata Hendrayadi dalam konferensi pers virtual, Kamis (15/7/2021).

Menurut Hendrayadi, Daihatsu bersama tim Toyota sama-sama menghitung prediksi penjualan mobil di Indonesia setelah ada diskon PPnBM. Saat awal-awal diskon PPnBM berlaku, Daihatsu dan Toyota memprediksi penjualan mobil mencapai 800-850 ribu, atau naik 100 ribu dari prediksi Gaikindo sebelumnya.

"Tapi ternyata di perjalanan ada (kebijakan) lagi. Ada PPKM mikro, ada lagi PPKM Darurat. Sehingga kita mencoba melihat lagi. Di satu sisi ada relaksasi PPnBM, tapi ada PPKM lagi, kita review lagi. Kelihatannya karena mobiltias masyarakat, mobilitas sebagai karyawan dibatasi, produksi juga mungkin ada keterbatasan-keterbatasan, maka kita harus review lagi," ujar Hendrayadi.

Karena ada PPKM darurat meski terdapat diskon PPnBM, Hendrayadi menyebut Daihatsu dan Toyota memprediksi penjualan mobil semua merek di Indonesia tahun ini tak jauh dari prediksi Gaikindo sebelumnya.

"Prediksi kita 750 ribu (unit). Tpai karena masih ada (diskon PPnBM) mungkin naik sedikit menjadi 800 ribu (unit)," ucap Hendrayadi.



Simak Video "Catat! Skema Diskon PPnBM Mobil Baru"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)