Kijang Kapsul Diesel Dipilih Jadi Pengganti Innova-Fortuner? Ini Keunggulannya

Muhammad Hafizh Gemilang - detikOto
Jumat, 09 Jul 2021 15:18 WIB
Toyota Kijang Kapsul Diesel 2001
Ilustrasi Toyota Kijang Kapsul Diesel lansiran tahun 2001 Foto: Istimewa/Firman Nugraha
Jakarta -

Toyota Kijang Kapsul Diesel saat ini sedang banyak diburu sebagai kendaraan harian. Pasalnya mobil ini diklaim tangguh, bertenaga, dan yang terpenting irit.

Kijang Kapsul sudah ada sejak 1997 dan menjadi generasi ke-empat dari perjalanan panjang Toyota Kijang di Indonesia.

Di tengah pandemi yang berkepanjangan, orang mulai beralih dalam memilih kendaraan. Mobil-mobil boros ditinggalkan, diganti dengan mobil (agak) tua yang lebih irit. Salah satunya Kijang Kapsul Diesel.

Pemilik dealer mobil bekas Marno Jaya, H. Sumarno, mengungkapkan ada pelanggannya yang membeli Kijang Kapsul Diesel untuk digunakan sebagai kendaraan harian. Kijang kapssul diesel dijadikan pengganti Innova atau Fortuner diesel yang sebelum pandemi datang kerap digunakan jadi kendaraan mobilitas sehari-hari.

"Orang pada suka sama Kijang Kapsul Diesel ini, karena irit dan mesinnya bertenaga. Jadi biasanya yang dulu sebelum pandemi pakai Innova Diesel atau Fortuner Diesel, kalau kepepet butuh jual mobil, gantinya ke Kijang Kapsul Diesel ini," papar H. Sumarno dalam perbincangan dengan detikOto beberapa waktu lalu.

Sejak kemunculannya, Toyota memberi opsi mesin bensin dan diesel untuk Kijang Kapsul ini. Salah satu strategi Toyota mengeluarkan mesin diesel di Kijang Kapsul ini, tidak lain untuk melawan dominasi Isuzu Panther yang merajai pasar mobil diesel saat itu.

Firman Nugraha, salah satu pemilik Toyota Kijang Kapsu Diesel lansiran 2001 dan juga admin dari laman Kijang Kapsul Lovers di Instagram, bercerita kepada detikOto tentang Kijang Kapsul Diesel-nya yang dipakai untuk harian.

"Yang bikin saya pilih Kisul (Kijang Kapsul) itu, mobil bisa angkut banyak orang atau barang. Mobil termasuk nyaman dan apalagi mesin dieselnya gak kebanyakan rewel," papar Firman kepada detikOto.

Selain itu, Firman yang mengaku sering membawa Kijang Kapsul-nya untuk bekerja keras ini, mengatakan bahwa mobil ini sangat irit jika dibandingkan dengan mobil bensin.

"Harga solar sekarang sangat murah. (Untuk solar subsidi B30) Rp 5.150/Liter. Makanya jatuhnya irit banget walaupun konsumsi hariannya biasa aja," papar Firman.

Toyota Kijang Kapsul Diesel 2001Toyota Kijang Kapsul Diesel 2001 milik Firman Nugraha Foto: Istimewa/Firman Nugraha

Firman mengatakan, kurang lebih untuk rute sejauh 85 km, dirinya hanya membutuhkan solar kurang lebih 9.7 Liter.

"Kalau saya sendiri untuk Jogja Kota ke Delanggu atau Jogja Kota ke Wates Kulon Progo, pulang pergi habis cuma Rp 50 Ribu," ujarnya.

Dari hitungan kasar, kurang lebih klaimnya Firman, Toyota Kijang Kapsul Diesel ini konsumsi bahan bakarnya ada di angka 8-9 km/Liter.

"Tapi itu saya dengan kondisi mobil yang sudah tidak standar ya. Kalo standar mungkin lebih irit. Karena mobil saya udah dimodif (aliran) Alto, pakai ban agak besar dan ditinggikan," papar Firman.

Menurutnya, di daerah Jawa Tengah, untuk menemukan solar subsidi B30 masih cukup mudah. Namun tidak semua SPBU di tengah kota menyediakan solar subsidi ini.

Selain punya konsumsi bahan bakar yang tergolong irit, untuk merawat Kijang Kapsul Diesel ini juga tidak lah mahal.

"Sekali servis rutin per lima ribu kilometer, biasanya yang dikerjakan wajib itu tune up, ganti oli, ganti filter udara, ganti filter solar. Kisaran Rp 800 Ribuan," papar Firman.

Untuk ketersediaan spare part, Firman mengaku tidak kesulitan untuk mencarinya dan bengkel yang dapat menangani perawatan Toyota Kijang Kapsul Diesel ini masih sangat banyak.



Simak Video "Tips Memilih Toyota Kijang Kapsul Bekas yang Masih Oke!"
[Gambas:Video 20detik]
(mhg/din)