Hyundai Kona Bensin Pamit dari Indonesia, Ternyata Kalah Laris dari Versi Listrik

Ridwan Arifin - detikOto
Kamis, 08 Jul 2021 13:24 WIB
Test Drive Hyundai Kona model 2019 di Tangerang Selatan.
Hyundai Kona pamit dari Indonesia Foto: Dadan Kuswaraharja
Jakarta -

Hyundai Kona mesin bensin pamit dari pasar otomotif Indonesia. Umurnya terbilang singkat, hanya berjalan dua tahun sejak diluncurkan pada ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019. Selain itu, penjualannya juga kalah dari Kona EV (Electric Vehicles) atau versi listrik.

Ya, Kona ICE (Internal Combustion Engine) atau bersumber tenaga dari bensin ini sudah tak lagi terdaftar dalam website resmi Hyundai Indonesia. Padahal mobil tersebut digadang-gadang bisa meladeni Mazda CX-3, dan Honda HR-V 1.8.

Pada saat peluncuran April 2019, Hyundai Kona cuma tersedia satu varian dibanderol dengan harga Rp363,9 juta. Model tersebut bersaing dengan Mazda CX-3 yang saat itu dilego Rp 398,8 juta dan HR-V 1.8 Rp 400 juta.

Masuk pasar Indonesia, Hyundai Kona hanya tersedia satu pilihan yakni mesin tipe NU berkapasitas 2.000 cc dengan teknologi terbaru yang ramah lingkungan yaitu tipe Atkinson cycle standar Euro 4. Di atas kertas mobil mampu memuntahkan tenaga 149 PS (146,9 HP) @6.200 rpm dan torsi 18.3 kgm (179 Nm) @4.500 rpm.

Berdasarkan data wholesales (distribusi pabrik ke dealer) Gabungan Asosiasi Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Tahun 2019, sebanyak119 unit Kona yang dikirimkan ke dealer. Sementara kompetitornya pada tahun yang sama bisa membukukan angka lebih banyak. Mazda CX-3 seluruh varian bisa terdistribusi sebanyak 571 unit, dan Honda HR-V 1.8 tersebar 1.754 unit.

Setahun berikutnya, penjualan Kona juga merosot. Sepanjang Januari-Desember 2020, Kona hanya terdistribusi sebanyak 77 unit.

Hyundai Motors Indonesia kemudian turut meluncurkan Kona EV pada November 2020. Hanya dua bulan, SUV ramah lingkungan itu terdistribusi 38 unit.

Penyusutan terus berlangsung hingga saat ini. Pada periode Januari - Mei 2021, Hyundai Kona baru terdistribusi 7 unit. Sementara dalam periode yang sama, Hyundai sudah mengirim Kona EV sebanyak 215 unit.

Angka penjualan Kona bensin tak terlalu menggembirakan. Bila ditotal selama dua tahun Kona bensin baru terdistribusi sebanyak 203 unit, sementara Kona EV yang umurnya baru 8 bulan sudah mengumpulkan angka 253 unit. Dengan demikian, Kona EV ternyata lebih laris dari versi bensin.

Pabrikan asal Korea tersebut nampaknya berfokus pada penjualan Kona Electrik. Terbukti dengan dikeluarkannya Kona Electric facelift 2021, meski Kona Electric di Indonesia umurnya belum genap setahun sejak diperkenalkan pada November 2020.

Padahal harga Kona EV hampir dua kali lipat dari Kona bensin. Tercatat, Kona Electric 2021 inidibanderol Rp 697 Juta untuk hargaOTRDKI Jakarta. Untuk pasar Indonesia, mobil listrik ini paling terjangkau saat ini. Sebagai pembanding,BMW i3s yangdibanderol hampir Rp 1.4 Miliar, dan Tesla Model 3 yang masuk lewat importir umum dan dijual di kisaran Rp 1.4 sampai Rp 1.5 Miliar.

GM Marketing Department Hyundai Motors Indonesia, Astrid A. Wijana menghilangnya Kona bensin dari situs resmi lantaran sudah disesuaikan dengan kebutuhan konsumen di Indonesia.

"Untuk saat ini pilihan produk yang tersedia bagi konsumen di Indonesia diinformasikan di situs resmi Hyundai Motors Indonesia. Adapun pilihan produk tersebut termasuk all-new Palisade, New Santa Fe, Ioniq Electric, Kona Electric, dan juga H-1," kata Astrid saat dihubungi detikcom, Rabu (7/7/2021).

"Pilihan produk dari Hyundai ini tentunya sesuai dengan kebutuhan dari para pelanggan kami di Indonesia," tambah dia.



Simak Video "Canggih! Ini Aksi Robot Hyundai yang Dibawa ke Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)