Waduh! Data Pribadi Jutaan Konsumen VW dan Audi Terancam Dicuri

Ilham Satria Fikriansyah - detikOto
Senin, 14 Jun 2021 07:31 WIB
Logo Volkswagen VW
Jutaan data konsumen VW dan Audi terancam dicuri. Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Pihak Volkswagen (VW) mengungkapkan jika terjadi kejahatan pencurian data yang berimbas pada sejumlah konsumennya. Tak tanggung-tanggung, pihak VW memprediksi lebih dari 3,3 juta pemilik dan calon pembeli mobil yang terancam data pribadinya diretas.

Dikutip dari Auto Blog, kejadian ini menimpa jutaan pemilik dan calon pembeli mobil di kawasan Amerika Utara. Tak hanya VW, merek terkemuka Audi juga dikabarkan terkena peretasan data pribadi pada sejumlah konsumennya.

Hal ini disampaikan langsung oleh pihak Grup Volkswagen Amerika pada Jumat (11/6/2021). Dijelaskan oleh VW jika ada pihak ketiga yang secara tidak sah memperoleh informasi terkait data pribadi konsumen dan calon pembeli mobil Volkswagen dan Audi. Data konsumen tersebut meliputi sejumlah dealer di AS dan Kanada pada bagian penjualan dan pemasaran.

Grup Volkswagen telah menelusuri kasus tersebut dan menemukan sejumlah data mengenai penjualan dan pemasaran terhitung sejak 2014 hingga 2019. Informasi tersebut disimpan dalam sebuah folder dan ditinggalkan oleh pihak ketiga tanpa adanya jaminan keselamatan.

Alhasil, data yang berisikan pelanggan dan calon pembeli tersebut berhasil dibobol. Sebagian besar data meliputi nama pemilik, nomor telepon dan alamat email. Tercatat sebanyak lebih dari 90 ribu pelanggan Audi dan calon pembeli memiliki data sensitif yang terdaftar meliputi SIM, tanggal lahir, nomor jaminan sosial hingga rekening bank.

Hal ini sangat rawan sekali mengingat terjadinya pelanggaran data oleh sejumlah oknum tidak bertanggung jawab. Pihak VW kemudian memberikan sejumlah solusi, seperti penawaran layanan perlindungan kredit gratis kepada sejumlah konsumen yang terdampak.

Sampai saat ini belum ada informasi lebih lanjut mengenai pembobolan data tersebut. Pihak VW menyebut jika peretasan data pelanggan ini kemungkinan besar telah terungkap ke permukaan sejak Agustus 2019 hingga Mei tahun ini.

(lua/lua)