Jerit Sales Mobil: Pasokan Mobil Kurang saat Diskon PPnBM Berlangsung

Tim Detikcom - detikOto
Kamis, 03 Jun 2021 17:58 WIB
Pabrik milik PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) di Karawang resmi melahirkan mobil Sienta. Toyota menargetkan produksi 4.000 unit/bulan.
Ilustrasi produksi pabrik Toyota Foto: Agung Pambudhy/detikOto
Jakarta -

Pemerintah menerapkan diskon atau relaksasi pajak PPnBM (Pajak Penjualan atas Barang Mewah). Tak tanggung-tanggung, ada 3 periode dirancang untuk bisa menarik minat masyarakat untuk memiliki mobil baru yang berujung pada pertumbuhan perekonomian Indonesia.

Namun kenyataannya saat ini banyak masyarakat yang tidak mendapatkan diskon PPnBM yang diinginkan. Seperti salah satu pengakuan sales Auto2000 di kawasan DKI Jakarta, yang mengeluhkan sulit mendapatkan unit baru. Hal tersebut berujung konsumen kecewa karena tidak mendapatkan diskon PPnBM yang diharapkan.

"Suplay unit dari pusat (TAM) tidak memenuhi permintaan, info ya ada kendala bahan baku. Toyota Rush dan Toyota Fortuner antreannya paling lama, saya ada potensi batal pesan karena lewat 100% (diskon PPnBM 100%) untuk model Toyota Rush dan Vios," ujar sales Auto2000 yang enggan menyebutkan namanya.

Sales Auto2000 ini juga memprediksi di setiap dealer Toyota setidaknya ada 50 unit yang tidak terkirim akibat tidak ada ketersediaan unit.

"Per dealer rata-rata di atas 50 unit pending (permintaan konsumen yang belum dipenuhi) perkiraan," katanya kepada detikOto.

PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) hari ini resmi melahirkan produk terbaru the All New Sienta dari pabrik Karawang 2.Ilustrasi PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) hari ini resmi melahirkan produk terbaru the All New Sienta dari pabrik Karawang 2. Foto: Toyota

Tentu ini menjadi perhatian para pelaku industri otomotif dan juga pemerintah. Memang belum dipastikan apa yang menjadi penyebab kurangnya pasokan kendaraan yang ada. Namun berdasarkan pemberitaan detikOto sebelumnya, produksi mobil di Indonesia sepanjang April 2021 turun sebesar 11,7 persen jika dibandingkan bulan sebelumnya. Diyakini hal ini ada kaitannya dengan kelangkaan semikonduktor yang melanda dunia.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), angka produksi pada April mencapai 90.618 unit, sedangkan pada Maret mencapai 102.637 unit. Ketua I Gaikindo Jongkie D. Sugiarto mengungkapkan penurunan produksi yang terjadi di Indonesia salah satunya adalah kendala pasokan semikonduktor atau chip.

"Memang ada di kendala bahan baku, kemungkinan semi konduktor," ungkap Jongkie saat dihubungi detikcom, Selasa (18/5/2021).

Akan tetapi beberapa pabrikan menyangkal kelangkaan semikonduktor telah memengaruhi kapasitas produksi mereka. Salah satunya Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mengatakan kepada detikOto, bahwa permasalahan semikonduktor belum terpengaruh terhadap produksi Toyota di Indonesia.

"Supply komponen semikonduktor masih sesuai dengan rencana produksi sebelum ada insentif untuk PPnBM. Namun setelah ada kenaikan permintaan karena adanya insentif PPnBM sedang diupayakan ada tambahan alokasi," ujar Direktur Administrasi, Korporasi dan Hubungan Eksternal Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam saat dihubungi detikcom, beberapa waktu lalu.

Lalu apa penyebabnya ya?



Simak Video "Diskon PPnBM 100% Diperpanjang, Segini Harga Mobil Baru Toyota"
[Gambas:Video 20detik]
(lth/din)