Protes karena Jadi Perusak Lingkungan, Greanpeace 'Curi' 1.500 Kunci Mobil VW

Tim detikcom - detikOto
Rabu, 02 Jun 2021 13:19 WIB
Aktivis Greenpeace Ambil Kunci Mobil VW yang Akan Diekspor Sebagai Bentuk Protes
Aktivis Greenpeace Ambil Kunci Mobil VW yang Akan Diekspor Sebagai Bentuk Protes. Foto: Dok. Greenpeace.
Jakarta -

Volkswagen (VW) dinilai belum serius menggarap kendaraan yang lebih ramah lingkungan. Aktivis lingkungan Greenpeace melakukan protes kepada VW yang masih mengirim banyak mobil bermesin bensin dan diesel.

Dikutip dari laman resminya, aktivis Greenpeace mengambil 1.500 kunci mobil VW di pelabuhan Emden, Jerman. Mobil-mobil itu akan dikirim ke berbagai negara. Protes aktivis Greenpeace ini terkait model bisnis VW yang dianggap merusak iklim dan berkontribusi pada mencairnya gletser.

Di pelabuhan Emden terdapat banyak mobil VW dengan mesin konvensional. Dari sini, VW mengirim mobil bermesin diesel dan bensin yang dianggap merusak mesin ke Inggris Raya dan Amerika Serikat.

"Jejak karbon dari 735.000 mobil yang diekspor dari Emden saja pada tahun 2020 adalah sekitar 42 juta ton--hampir sama dengan emisi tahunan Swiss (46 juta ton CO2). Sementara emisi gas rumah kaca dalam lalu lintas global meningkat dengan cepat dan kota-kota tercekik oleh asap knalpot, waktu yang tersisa untuk dapat mengendalikan krisis iklim hampir habis," tulis Greenpeace.

Pabrik VW di WolfsburgPabrik VW di Wolfsburg Foto: Rangga Rahadiansyah

Aktivis Greenpece memprotes terhadap ekspor yang merusak iklim. Mereka menuntut Volkswagen lebih cepat menghentikan penggunaan mesin bakar.

Selain menarik lebih dari 1.000 kunci mobil baru VW yang diparkir di pelabuhan, aktivis Greenpeace memasang spanduk seluas 600 meter persegi dengan logo VW bernoda minyak. Mereka mengkritik dengan pesan "Von Wegen: Klimaschutz" dan "Von Wegen: just electric" yang mempresentasikan VW sebagai pionir mobil listrik tapi lebih dari 90 persen kendaraan bermesin bakar masih diproduksi.

"VW masih merupakan salah satu perusahaan yang paling merusak iklim di dunia," kata pakar lalu lintas Benjamin Stephan dari Greenpeace. "Dengan kebijakan modelnya, Volkswagen memiliki dampak besar pada emisi CO2 global dalam lalu lintas. Tentu saja tanpa perubahan cepat, Volkswagen akan terus mengekspor perusak iklim 'Made in Germany' selama beberapa dekade mendatang."

Meski VW Group telah memasarkan mobil listriknya, dari sekitar 9 juta mobil yang terjual di seluruh dunia pada 2020, hanya 2,5 persen yang ramah lingkungan. Aktivis Greenpeace menuntut keputusan untuk perlindungan iklim dari bos VW, Herbert Diess. Greenpeace menyerukan Diess untuk secara signifikan mempercepat penghentian mesin pembakaran dalam dan mengembangkan model bisnis yang tidak lagi bergantung pada mobil yang semakin besar.

"Perusahaan seperti VW harus mengurangi jejak karbon mereka, jika tidak mereka akan membebani generasi mendatang dengan utang iklim yang luar biasa," kata Stephan. "Siapa pun yang ingin menjual mesin pembakaran selama 20 tahun lagi, meskipun dapat dilakukan dengan lebih ramah iklim, bertindak dengan mengorbankan anak dan cucu kita."



Simak Video "Ber 'VW' Safari, Berkeliling Tegallalang Ubud Bali"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/lth)