Nggak Perlu Lama, Ngecas Mobil Listrik di Indonesia Nantinya Cuma Sejam

Tim detikcom - detikOto
Senin, 24 Mei 2021 16:55 WIB
Hyundai Ioniq Tembus Jakarta-Bali
Ngecas mobil listrik nantinya tak butuh waktu lama. Foto: Grandyos Zafna Manase Mesah/Detik.com
Jakarta -

Salah satu tantangan untuk membuat mobil listrik booming adalah waktu pengisian baterainya. Saat ini kendaraan listrik perlu dicas berjam-jam bahkan bisa 7-8 jam. Tapi ke depannya ngecas mobil listrik tak perlu waktu yang lama.

Indonesia ditargetkan bakal memiliki teknologi fast charging atau pengisian baterai cepat. Menurut Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza, fast charging tersebut memungkinkan ngecas mobil listrik cukup 1-2 jam.

"Kelemahan untuk baterai EV (electric vehicle/kendaraan listrik), salah satunya waktu charging yang lama. Ini challenge kita, bagaimana menciptakan baterai yang bisa diisi penuh 1-2 jam," ujar Hammam dalam program Energy Corner CNBC Indonesia, Senin (24/5/2021).

Kata dia, fast charging yang ada saat ini baru bisa mengisi mobil dan motor listrik dalam 3-4 jam. "Sehingga fast charging ini belum selesai untuk alih teknologi," ujarnya.

Menurutnya, BPPT dengan pusat teknologi materialnya berusaha menguasai teknologi baterai. Sehingga nanti diharapkan bisa mengembangkan fast charging station untuk pengisian baterai yang lebih cepat.

"Dan itu tentu saja tidak berhenti dalam sekadar riset saja, tapi harus pada tahapan komersialiasasinya. Artinya kita menguasai hulu hingga ke hilir di dalam kegiatan fast charging baik kendaraan roda empat maupun roda dua," katanya.

Sementara itu, Indonesia memiliki roadmap pada tahun 2025 setidaknya 20 persen dari total pasar domestik adalah kendaraan listrik. Artinya, jika tahun 2025 pasar domestik mencapai 2 juta unit, sekitar 400.000 di antaranya adalah kendaraan listrik. Kemudian pada 2030 ditargetkan produksi kendaraan listrik mencapai 600 ribu untuk roda empat atau lebih dan sebanyak 2,45 juta unit untuk roda dua.

Pemerintah sendiri ingin industri otomotif di tanah air segera menjadi sektor unggulan dalam pengembangan kendaraan listrik. Saat ini sedang digenjot pembangunan ekosistemnya.

Sampai saat ini, sudah ada tiga perusahaan industri dalam negeri yang membangun fasilitas produksi kendaraan listrik roda empat atau lebih dengan kapasitas sebesar 1.680 unit per tahun, sedangkan untuk sepeda motor listrik sudah ada sebanyak 21 perusahaan industri dengan kapasitas produksi mencapai 1,04 juta unit per tahun.



Simak Video "Dilema Mobil Listrik: Ramah Lingkungan, Tapi Jutaan Pekerjaan Hilang"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/lth)