Daihatsu Rocky Tertinggi Tembus Rp 236 Juta, Dapat Fitur Safety Seperti Mobil Mewah

Luthfi Anshori - detikOto
Minggu, 02 Mei 2021 18:24 WIB
Jakarta -

Varian tertinggi Daihatsu Rocky dijual dengan harga sekitar Rp 236,1 juta. Dengan banderol sebesar itu, Daihatsu Rocky disebut sudah dibekali fitur-fitur safety (keamanan) seperti yang ada di mobil-mobil mewah. Apa saja fitur yang dimaksud?

Daihatsu Rocky resmi diperkenalkan di Indonesia, dengan pilihan mesin 1.000 cc 3 silinder turbocharger. Daihatsu menjual Rocky versi 1.000 cc ini dalam 3 varian, yakni MT, MT ADS, CVT, CVT, CVT ADS, dan ASA. Adapun harganya dibanderol mulai Rp 214,2 juta hingga Rp 236,1 juta.

Marketing Product Planning Division Head PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Anjar Rosjadi, menjamin jika Daihatsu Rocky yang dijual di Indonesia juga mendapatkan fitur-fitur safety canggih seperti Rocky yang dijual di Jepang maupun Malaysia.

Daihatsu RockyDaihatsu Rocky ASA dibekali kamera di kaca depan Foto: Luthfi Anshori/detikOto

"ASA itu fitur terkini atau kepanjangannya Advance Safety Assist. Nah, baik di Jepang, di Malaysia, maupun di Indonesia, kita sudah menggunakan Daihatsu ASA. Di Indonesia sendiri tersedia varian Daihatsu Rocky yang sudah dilengkapi dengan ASA," kata Anjar, dalam konferensi pers virtual, belum lama ini.

Menurut Anjar, fitur ASA di Rocky versi Jepang, Malaysia, dan Indonesia berbeda-beda.

"Untuk pasar Jepang dan Malaysia itu ada 12 fungsi dari ASA. Untuk di pasar Indonesia sendiri, ASA yang disematkan itu memiliki 6 fitur unggulan, yakni ada Pre Collision Warning, Pre Collision Braking, Pedal Misoperation Control, Front Departure Alert, Lane Departure Warning, dan Lane Departure Prevention," sambung Anjar.

Menurut Anjar, fitur-fitur safety tersebut bisa memberikan rasa aman dan nyaman dalam berkendara untuk para kustomer di Indonesia.

"Jadi fungsi dari ASA ini adalah bagaimana bisa meminimalisasi atau mem-prevent (mencegah) terjadinya potensi bahaya. Karena ASA ini bisa mendeteksi objek-objek yang ada di sekitar mobil dan melakukan peringatan ataupun kontrol untuk menghindari kendaraan pada kondisi bahaya tersebut. Biasanya ini hanya ada di mobil-mobil mewah (mahal)," jelas Anjar.

(lua/riar)