Tahun 2030, Indonesia Jadi Pusat Produksi Mobil buat Ekspor

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Rabu, 28 Apr 2021 19:41 WIB
Daihatsu memproduksi Toyota Calya dan Sigra di Karawang, tepatnya di Kawasan Industri Surya Cipta, Jl. Surya Pratama Blok I Kav. 50. Yuk kita intip seperti apa pabrik ini.
Pabrik Daihatsu. Foto: Khairul Imam Ghozali
Jakarta -

Industri otomotif di Indonesia cukup menjanjikan. Kontribusi industri otomotif buat negara juga signifikan.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, industri otomotif merupakan salah satu sektor andalan yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia. Kini, sudah ada 21 perusahaan industri kendaraan bermotor roda empat atau lebih yang telah beroperasi di Indonesia.

"Sektor ini telah menyumbang nilai investasi sebesar Rp 71,35 triliun dengan total kapasitas produksi mencapai 2,35 juta unit per tahun. Dan menyerap tenaga kerja langsung sebanyak 38.000 orang dan lebih dari 1,5 juta orang bekerja di sepanjang rantai nilai industri ini," kata Agus dalam acara peluncuran kolaborasi Toyota Raize dan Daihatsu Rocky secara virtual, Rabu (28/4/2021).

Saat ini, industri kendaraan bermotor roda empat atau lebih telah mampu menembus pasar ekspor lebih dari 80 negara di dunia. Tahun lalu, sebanyak 232,17 ribu unit mobil CBU diekspor ke luar negeri dengan nilai Rp 41,86 triliun.

"Dan ekspor CKD atau completely knock down sebanyak 53,03 ribu unit atau senilai Rp 1,23 triliun. Dengan dampak yang signifikan ini industri otomotif dinilai memiliki peran penting dan strategis sehingga dimasukkan ke dalam peta jalan Making Indonesia 4.0 yang mendapat prioritas pengembangan dalam implementasi industry 4.0," sebut Agus.

Selain itu, sektor industri otomotif Indonesia juga diharapkan terus berkembang. Targetnya, tahun 2030 industri otomotif Indonesia semakin diakui dunia.

"Sektor industri otomotif ditargetkan pada tahun 2030 akan menjadi pemain global dan export hub (pusat produksi untuk ekspor) kendaraan bermotor baik untuk kendaraan berbasis bahan bakar minyak atau ICE maupun kendaraan listrik atau EV. Hal ini akan memperkuat posisi Indonesia di tengah persaingan global serta menjadi jembatan bagi sektor industri kecil dan menengah untuk bisa masuk ke rantai industri otomotif global," ucap Agus.

Namun, industri otomotif sempat terpuruk karena pandemi COVID-19. Untuk membangkitkannya, pemerintah memberikan relaksasi berupa diskon PPnBm untuk mobil baru. Menurut Agus, diskon PPnBm ini membuat penjualan mobil meningkat.

"Sampai akhir Maret telah terjadi peningkatan penjualan cukup signifikan untuk kendaraan bermotor roda empat dengan kapasitas mesin sampai 1.500 cc yaitu sekitar 140% dari penjualan bulan Februari 2021. Hal ini akan berdampak positif bagi pemulihan sektor industri otomotif yang memiliki multiplier effect yang luas bagi sektor industri lainnya sehingga pada gilirannya akan mampu men-jumpstart ekonomi nasional," katanya.



Simak Video "Jokowi Sebut Industri Otomotif Mulai Bangkit!"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)