Bau Mobil Baru Enak? Ternyata Berbahaya, Lho!

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Senin, 29 Mar 2021 12:26 WIB
Ototest Jeep Wrangler Rubicon 2021
Menurut studi, bau mobil baru ternyata berbahaya. Foto: Rangga Rahadiansyah/detikOto
Jakarta -

Mungkin banyak orang menyukai bau mobil baru. Aroma mobil baru akan menarik dan memberikan kepuasan mental tertentu kepada pembeli baru.

Namun, menurut sebuah studi, bau mobil baru ini bisa berbahaya bagi manusia. Apa sebabnya?

Bau mobil baru itu pada dasarnya muncul dari bahan kimia yang digunakan dalam proses produksi kendaraan. Mulai dari pembuatan busa, kain, pelarut, karet, plastik dan perekat menggunakan bahan kimia yang baunya bercampur menjadi aroma mobil baru.

Zat-zat ini mengandung senyawa organik yang mudah menguap, yang dianggap mematikan dalam jumlah yang tertentu. Sebuah studi yang dilakukan oleh Aalekhya Reddam dan David C. Volz dari University of California, Riverside mengatakan bahwa bau mobil baru sebenarnya adalah hasil dari sesuatu yang dikenal sebagai off-gassing. Off-gassing adalah pelepasan material yang sebelumnya diserap dalam berbagai material yang digunakan dalam pembuatan mobil. Panas matahari juga dapat mempercepat reaksi kimia.

Bau mobil baru mengandung bahan kimia berbahaya seperti formaldehyde, ethylbenzene, dan toluene. Ini adalah beberapa bahan kimia yang akan Anda temukan pada benda-benda seperti penghapus cat kuku, cat dan lem. Bau ini sudah menyebabkan alergi, sakit kepala, mual dan pusing pada beberapa orang. Bahan kimia ini sudah ada dalam daftar karsinogen yang diakui Proposisi California 65 dan juga dapat meningkatkan risiko kanker.

Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh Pusat Ekologi yang berbasis di Ann Arbor, Michigan, bahan kimia dalam bau mobil baru dapat berbahaya saat terhirup atau tertelan dan dapat menyebabkan dampak kesehatan yang parah seperti cacat lahir, ketidakmampuan belajar, dan kanker.

Technical University of Munich mengumpulkan sampel udara dari mobil yang sedang berada di bawah sinar matahari dan memaparkannya ke kulit manusia dan hamster. Hasilnya ternyata beracun.

Badan Perlindungan Lingkungan AS mengatakan bahwa off-gassing dari bahan mobil dapat menyebabkan gangguan hormonal, dampak reproduksi dan kerusakan pada hati, ginjal dan sistem saraf pusat, atau bahkan kanker. Pemaparan jangka panjang itulah yang menurut para ahli paling mengkhawatirkan.



Simak Video "Perjalanan Istimewa ke Yogyakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)