Toyota Recall Avanza Hingga Rush di Indonesia, Apa Masalahnya?

Tim detikcom - detikOto
Kamis, 18 Mar 2021 13:28 WIB
Toyota Avanza dan Vloz
Toyota recall Avanza di Indonesia. Apa masalahnya? Foto: Dadan Kuswaraharja
Jakarta -

PT Toyota-Astra Motor (TAM) mengumumkan recall atau penarikan kembali terhadap beberapa mobil yang dijual di Indonesia. Dua di antaranya adalah Toyota Avanza dan Toyota Rush.

"Sejalan dengan global initiative principal Toyota Motor Corp, aktivitas recall pada produk tertentu telah dilakukan TAM sejak bertahun-tahun sebagai wujud komitmen kami dalam mengutamakan keamanan dan keselamatan pelanggan," kata Henry Tanoto, Vice President Director PT Toyota-Astra Motor dalam keterangan tertulisnya, Kamis (18/3/2021).

Mobil-mobil itu terindikasi masalah pada komponen fuel pump atau pompa bahan bakar. Sebelumnya, TAM sudah melakukan aktivitas recall terkait masalah komponen pompa bahan bakar pada kendaraan pada bulan Juli 2020 lalu. Pada saat itu, Alphard produksi tahun 2017-2018, Corolla produksi tahun 2018, FJ Cruiser produksi tahun 2013-2014, dan Kijang Innova, Fortuner, dan Hilux produksi tahun 2017-2019 masuk dalam aktivitas recall ini.

Berdasarkan hasil pengecekan, Toyota kemudian memperluas cakupan model-model yang masuk ke dalam aktivitas ini. Adapun mobil tambahan yang di-recall karena masalah fuel pump antara lain Alphard tahun produksi 2017-2019, C-HR tahun produksi 2018-2019, Corolla tahun produksi 2019, Camry tahun produksi 2019, Voxy tahun produksi 2018-2019, Kijang Innova tahun produksi 2018-2019, Fortuner tahun produksi 2018-2019, Hilux tahun produksi 2019, Avanza tahun produksi 2017-2019, dan Rush tahun produksi 2017-2019.

Kenapa dengan fuel pump mobil-mobil itu?

Dijelaskan dalam kolom pertanyaan yang sering diajukan atau Frequently Ask Question di situs resmi Toyota-Astra Motor, ada potensi mekanisme dari baling-baling rotor pompa bahan bakar bisa berubah bentuk seiring waktu. Hal ini dapat menyebabkan pompa bahan bakar tidak dapat beroperasi, sehingga mesin menjadi kasar/tidak bisa berputar (mati) dalam kecepatan rendah. Dan pada situasi yang jarang terjadi mesin dapat mati saat berkendara pada kecepatan tinggi yang berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan.

Lebih lanjut, ketika hal itu terjadi ada kemungkinan lampu engine akan menyala. Gejala lain yaitu putaran mesin menjadi kasar, mesin tidak dapat menyala dan/atau kendaraan mogok saat dikemudikan. Sebelum hal itu terjadi, Toyota menyarankan agar konsumen segera melakukan pemeriksaan ke bengkel resmi terdekat.

Komponen yang diganti dalam kampanye recall ini adalah fuel pump. Toyota menjanjikan recall mobil akibat fuel pump dibutuhkan waktu 2-4 jam tergantung model kendaraannya. Penggantian fuel pump ini gratis baik biaya jasa maupun penggantinya.

Kampanye recall akibat masalah fuel pump ini sudah diumumkan TAM sejak akhir Juli tahun lalu. Hingga saat ini, aktivitas recall sudah berjalan dan lebih dari 60% dari total kendaraan yang terlibat saat itu sudah dicek dan diperbaiki di bengkel resmi Toyota.

"Kami berterima kasih atas respon yang cepat dan aktif dari pelanggan selama ini, sehingga persentase kendaraan yang sudah diperbaiki cukup tinggi," sebut Henry.

Karena masalah fuel pump, Toyota me-recall total 286.090 unit di Indonesia. Toyota mengatakan, terus melakukan monitor di lapangan dan melakukan pengecekan apakah model-model lainnya juga mengalami hal serupa.



Simak Video "Merah Putih Juga Dilarang Berkibar di WSBK dan MotoGP Mandalika"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)