Pemerintah Kaji Diskon PPnBM Mobil di Atas 1.500 cc, Penjualan Bakal Meningkat?

Tim detikcom - detikOto
Selasa, 16 Mar 2021 14:40 WIB
Toyota selama ini memang sudah mengekspor beberapa unit andalan seperti Innova dan Fortuner ke berbagai negara. Negara tujuan ekspor kian bertambah.
Pemerintah membuka peluang diskon PPnBM untuk mobil bermesin sampai 2.500 cc. Foto: TMMIN
Jakarta -

Pemerintah mempertimbangkan perluasan diskon PPnBM (pajak penjualan atas barang mewah) untuk mobil baru. Jika sebelumnya diskon PPnBM hanya berlaku untuk mobil dengan mesin sampai 1.500 cc, pemerintah tengah mengkaji kemungkinan pemberian diskon PPnBM untuk mobil sampai dengan 2.500 cc.

Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka peluang mobil sampai dengan 2.500 cc dapat diskon PPnBM. Syaratnya yaitu mobil tersebut harus diproduksi di Indonesia dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) minimal 70%.

Ketua I Gaikindo Jongkie D. Sugiarto mengatakan, pihaknya menyambut baik jika kebijakan diskon PPnBM untuk mobil bermesin sampai dengan 2.500 cc juga diterapkan. Menurut dia, kebijakan ini kemungkinan bakal meningkatkan penjualan juga. Tapi, Jongkie belum bisa menyebutkan seberapa besar peningkatan penjualan dari kebijakan ini.

"Kemungkinan ada peningkatan (penjualan) juga, tergantung mobil-mobil mana saja yang bisa dapat stimulus tersebut. Kan harus local purchase-nya 70%," kata Jongkie kepada detikcom, Selasa (16/3/2021).

Di Indonesia, mobil 4x2 dengan mesin sampai dengan 2.500 cc yang diproduksi di Indonesia antara lain Toyota Kijang Innova, Toyota Fortuner, Mitsubishi Pajero Sport hingga Honda CR-V. Namun, belum dipastikan mobil mana saja yang akan dapat diskon PPnBM.

Selain meningkatkan penjualan mobil, diskon PPnBM ini juga diharapkan bisa memulihkan industri otomotif yang menjadi salah satu penyumbang besar perekonomian negara. Diketahui, industri otomotif meyerap lebih dari 1,5 juta tenaga kerja.

Sebelumnya, Sri Mulyani mengatakan, industri otomotif diberikan relaksasi pajak ini karena memiliki keterkaitan industri yang besar. Harapan besar dari pemberian diskon PPnBM mobil baru ini adalah untuk menggairahkan ekonomi Indonesia yang anjlok karena pandemi COVID-19.

"Local purschase dari kelompok kendaraan ini di atas 70%. Ini berarti dia kalau terjadi demand meningkat, terjadi multiplier karena dia local purchase-nya di atas 70%. Komponennya lebih banyak dari dalam negeri. Tujuannya untuk memacu confidence dan simultan bisa meningkatkan pemulihan ekonomi," kata Sri Mulyani saat konferensi pers yang disampaikan awal Maret kemarin.

Menteriperin Agus Gumiwang menambahkan, industri otomotif saat pandemi COVID-19 sangat terpuruk. Tahun lalu, produksi mobil turun 46% dan penjualannya turun 48%.

"Peranan industri otomotif dan pendukungnya bagi perekonomian sangat besar, menyumbang lebih dari 1,5 juta tenaga kerja dan berkontribusi rata-rata Rp 700 triliun untuk PDB. Diskon PPnBM ini ditujukan untuk meningkatkan purchasing power bagi masyarakat dan men-jump start ekonomi, karena pulihnya produksi dan penjualan industri otomotif termasuk properti akan memiliki multiplier effect bagi sektor industri lainnya," ujar Agus.

"Kami dari Kementerian Perindustrian menargetkan penjualan sampai sekitar 81 ribu unit berdasarkan kebijakan ini," sambungnya.

Menurut Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, industri otomotif adalah industri padat karya. Disebutkan, industri otomotif menyerap 1,5 juta pekerja langsung dan 4,5 juta tenaga kerja tidak langsung.

"Industri Pendukung Otomotif menyumbang Rp700 triliun pada PDB tahun 2019. Juga terdapat ±7.451 pabrik yang menghasilkan produk input untuk industri otomotif. Karena itu kita perlu mempertahankan basis industri otomotif nasional," jelas Airlangga.



Simak Video "Catat! Skema Diskon PPnBM Mobil Baru"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/lth)