Kenapa Tarif Tol Naik Terus, Sih?

Tim detikcom - detikOto
Jumat, 12 Mar 2021 17:28 WIB
PT Jasa Marga (Persero) Tbk menaikkan tarif Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) mulai 17 Januari mendatang.
Tarif sejumlah tol naik pada 17 Januari 2021 lalu. Foto: Grandyos Zafna

Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) menyayangkan tarif tol yang naik terus tapi pelayanannya belum maksimal. Menurut Ketua KKI David Tobing, seharusnya pengelola jalan tol memaksimalkan standar pelayanan minimal (SPM) terlebih dahulu sebelum menaikkan tarif tol.

David menilai, SPM belum dijalankan secara maksimal. Contohnya masih banyak ditemui jalan rusak, macet dan yang terbaru jalan tol terendam banjir.

"Pelayanan minimal aja nggak dijalankan. Gimana mau maksimal melayani konsumen atau pengguna jalan tol. Itu yang saya maksudkan di sini, nggak ada alasan tarif tol itu naik. Karena pelayanan minimalnya belum dijalankan," ucap David dalam kesempatan yang sama.

Selain itu, David mengatakan bahwa sudah ada putusan MK yang menyatakan tarif tol tidak boleh naik kalau pengelola tol sudah Break Even Point (BEP).

"Jadi ini Break Even Point seakan-akan dipanjang-panjangin. Dicarilah jalan supaya nggak Break Even Point. Padahal sudah jelas konsesinya berakhir Jagorawi misalnya 2015. Harusnya sudah gratis, nggak ada lagi kenaikan atau dikenai biaya," kata David.

"Hal ini bisa kita kaji supaya ke depannya jangan hanya memikirkan naik biaya (tarif) dengan alasan pengembalian investasi. Tetapi pengelola tol harus sadar bahwa ini adalah pelayanan publik, di mana yang didahulukan bukan semata-mata keuntungan, tetapi pelayanan publik. Ini bisa dilihat dari Standar Pelayanan Minimal yang disyaratkan," simpulnya.


(rgr/din)