Jalan Tol di Indonesia Makin Canggih Berkat JMTC

M Luthfi Andika - detikOto
Jumat, 05 Mar 2021 17:48 WIB
PT Jasa Marga (Persero) Tbk menaikkan tarif Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) mulai 17 Januari mendatang.
Ilustrasi jalan tol Foto: Grandyos Zafna/detikOto
Jakarta -

Jalan bebas hambatan atau jalan tol di Indonesia makin canggih, berkat penerapan Command Center (Pusat Kendali) lalu lintas jalan tol berbasis Intelligent Transportation System (ITS) pertama dan terlengkap di Indonesia. Teknologi ini diperkenalkan PT Jasa Marga (Persero) Tbk dengan sebutan Jasa Marga Tollroad Command Center (JMTC).

Dalam rilis yang diterima detikOto, JMTC merupakan inovasi berbasis teknologi yang hadir untuk menjawab kebutuhan Jasa Marga dan juga pengguna jalan tol dalam pengelolaan pelayanan jalan tol yang terintegrasi sekaligus menjadi sumber dari pusat informasi lalu lintas, sehingga dapat digunakan untuk pengambilan keputusan rekayasa lalu lintas yang juga melibatkan stakeholder terkait.

Operation and Maintenance Management Group Head Jasa Marga Atika Dara Prahita, menjelaskan keunggulan JMTC adalah terletak pada sistem Intelligent Transportation System(ITS) yang mengintegrasikan seluruh peralatan informasi dan komunikasi di Jalan Tol Jasa Marga Group. Hal ini membuat Jasa Marga menjadi operator jalan tol dengan sistem pengolah data lalu lintas jalan tol terlengkap dan terpadu di Indonesia.

"Dengan penerapan ITS ini, JMTC dilengkapi Advanced Traffic Management System (ATMS) yang mampu menganalisa kondisi kepadatan di jalan tol melalui kecepatan rata-rata kendaraan pada segmen jalan tol serta menghitung data volume kendaraan sesuai dengan kapasitas jalan tol," kata Atika.

"Apabila kecepatan kendaraan mendekati kecepatan minimum dan volume kendaraan mendekati kapasitas maksimal suatu ruas jalan tol, maka sistem ini memberikan peringatan dini kepada petugas untuk dapat melakukan pengaturan lalu lintas," Atika menambahkan.

Sejumlah kendaraan melintas di jalan Tol Jakarta-Cikampek, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (27/10/2020). PT Jasa Marga (Persero) Tbk melakukan penutupan sementara tempat istirahat (Rest Area) KM 50 arah Cikampek pada tanggal 27 -28 Oktober 2020 dan KM 52B arah Jakarta pada tanggal 1-2 November 2020, untuk mengantisipasi lonjakan arus lalu lintas pada libur panjang. ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/hp.Sejumlah kendaraan melintas di jalan Tol Jakarta-Cikampek, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (27/10/2020). PT Jasa Marga (Persero) Tbk melakukan penutupan sementara tempat istirahat (Rest Area) KM 50 arah Cikampek pada tanggal 27 -28 Oktober 2020 dan KM 52B arah Jakarta pada tanggal 1-2 November 2020, untuk mengantisipasi lonjakan arus lalu lintas pada libur panjang. ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/hp. Foto: ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah

Dikatakan pengelolaan informasi ini dilengkapi dengan sistem Advanced Traveller Information System (ATIS), yang dapat memberikan informasi kepada pengguna jalan tol baik sebelum maupun selama dalam perjalanan dengan tetap memperhatikan keamanan berkendara.

Selanjutnya Informasi ini didapatkan melalui One Call Center 24 Jam di nomor 14080, Variable Message Sign (VMS) hingga melalui aplikasi Travoy 3.0. Atika menyatakan, dengan perpaduan informasi yang terintegrasi ini maka petugas dapat berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk menerapkan kebijakan rekayasa lalu lintas contra flow, ramp metering, atau one way, secara proporsional mengikuti kondisi yang sebenarnya di lapangan.

"Selain itu, terdapat pula Incident Management System(IMS) yang merupakan alat deteksi dini gangguan lalu lintas dengan mengidentifikasi perubahan kecepatan kendaraan untuk menekan potensi terjadinya kecelakaan lalu lintas," kata Atika.

"JMTC juga memiliki sistem yang mengadaptasi Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), yang secara akurat dapat memberikan data pelanggaran lalu lintas di jalan tol seperti pelanggaran kecepatan dan muatan dengan bantuan peralatan speed camera lengkap dengan pendeteksi plat nomor kendaraan serta weigh in motion kepada pihak Kepolisian untuk selanjutnya diproses hukum," tambahnya.

JMTC merupakan bentuk penyempurnaan dari Jasa Marga Traffic Information Center (JMTIC) yang merupakan pusat informasi dan komunikasi lalu lintas jalan tol dan telah beroperasi sejak tahun 2005. JMTC memiliki 1.705 CCTV, 65 Smart CCTV, 204 VMS, dan 22 Remote Traffic Monitoring System (RTMS) yang tersebar di jalan tol Jasa Marga Group di seluruh Indonesia.

Kecanggihan yang dimiliki JMTC akan mempermudah koordinasi antara Jasa Marga dengan Korlantas POLRI, Kementerian Perhubungan, dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dalam memutuskan rekayasa lalu lintas yang akan dilaksanakan khususnya pada saat operasi libur panjang.

"Masyarakat dapat mengakses berbagai fasilitas yang terintegrasi dalam JMTC melalui aplikasi Travoy 3.0 dan pusat panggilan 14080 selama 24 jam. Aplikasi Travoy 3.0 kini telah dilengkapi dengan beragam fitur seperti Panic Shake, Derek Online, pantauan kondisi lalu lintas melalui CCTV hingga informasi mengenai rest area yang terhubung langsung dengan JMTC. Dengan diluncurkannya Travoy 3.0, maka CCTV Jasa Marga yang sebelumnya dapat diakses melalui situs www.jasamargalive.com saat ini telah ditutup. Fitur Maps dan CCTV telah diintegrasikan dengan aplikasi Travoy 3.0 yang dapat diunduh oleh pengguna jalan tol, baik untuk pengguna iOS maupun Android," tutup Atika.



Simak Video "1 Orang Terluka di Kecelakaan Beruntun Tol Layang MBZ Km 23"
[Gambas:Video 20detik]
(lth/din)