Pemerintah Rayu Toyota dkk Biar RI Bisa Ekspor Mobil ke Australia

Tim detikcom - detikOto
Kamis, 04 Mar 2021 09:45 WIB
Kegiatan ekspor mobil terus dilakukan meski di tengah pandemi COVID-19. Pasalnya, kegiatan ekspor merupakan salah satu pemasukan devisa ke negara.
Indonesia diharapkan bisa ekspor mobil ke Australia. Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Industri otomotif diharapkan bangkit setelah terpuruk karena pandemi COVID-19. Tak hanya penjualan domestik, industri otomotif Indonesia juga diharapkan bisa memperluas jangkauan ekspor mobil. Salah satu bidikan tujuan ekspor mobil adalah Australia.

Sebelum pandemi COVID-19, industri otomotif Indonesia dalam setahun bisa memproduksi 1,2 juta unit mobil baru, termasuk ekspor. Namun, pada tahun 2020 ketika pandemi COVID-19 menyerang, produksi mobil di dalam negeri turun 46,5% menjadi hanya 690.176 unit (domestik dan ekspor).

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, pihaknya mengupayakan agar sektor otomotif bisa kembali memproduksi kendaraan dengan rata-rata sebanyak 1,2 juta unit per tahun.

Selain memberikan berbagai insentif untuk mendorong percepatan pemulihan sektor tersebut, pemerintah juga mendorong perluasan pasar ekspor kendaraan, salah satunya ke Australia yang telah memiliki perjanjian bilateral Indonesia-Australia Comprehensive Economy Partnership Agreement (IA-CEPA) yang mulai berlaku pada 5 Juli 2020.

Pemerintah pun akan merayu prinsipal Toyota dkk di Jepang agar Indonesia bisa menjadi negara pengekspor mobil ke Australia.

"Rencananya, kami akan ke Jepang dalam waktu dekat untuk melakukan pembicaraan dengan para principal di Jepang, agar segera memberi izin kepada APM (agen pemegang merek) di Indonesia untuk mengekspor kendaraan ke Australia," kata Agus dalam keterangan tertulisnya.

Dengan demikian, produsen di Indonesia dapat segera bersiap memproduksi kendaraan dengan model yang diminati pasar Australia.

Produk kendaraan bermotor produksi dalam negeri telah mampu menembus pasar ekspor ke lebih dari 80 negara di dunia. Pada periode tahun 2020, ekspor mobil completely build up (CBU) sebanyak 232.175 unit atau senilai Rp 41,73 triliun.

Sedangkan, pengapalan untuk kendaraan completely knock down (CKD) sebanyak 52.536 set atau senilai Rp 1,23 triliun, dan komponen sebanyak 61,2 juta pieces atau senilai Rp17,52 triliun.

Program Making Indonesia 4.0 menargetkan sektor industri kendaraan bermotor nasional menjadi pemain global. Bahkan, Indonesia akan menjadi ekspor hub kendaraan bermotor, baik untuk kendaraan berbasis bahan bakar minyak atau internal combustion engine (ICE) maupun kendaraan listrik atau electrical vehicle (EV).



Simak Video "Jokowi Lepas Ekspor Perdana 6.000 Mobil Pikap ke Filipina"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)