Rayuan Maut India untuk Tesla: Bikin Mobil di India Lebih Murah Dibanding di China

Ilham Satria Fikriansyah - detikOto
Rabu, 03 Mar 2021 16:22 WIB
GRUENHEIDE, GERMANY - FEBRUARY 21: In this aerial view from a drone, the construction site of the Tesla Gigafactory Berlin-Brandenburg stands on February 21, 2021 near Gruenheide, Germany. The factory, Teslas fourth worldwide, is scheduled to begin producing the Tesla Y electric car in July, 2021, with production of the Tesla 3 to begin thereafter.  (Photo by Sean Gallup/Getty Images)
Pabrk Tesla di Jerman. India kini tengah merayu Tesla untuk membangun pabrik keduanya di Asia di negara mereka Foto: Getty Images/Sean Gallup
Jakarta -

Tesla berencana membangun pabrik keduanya di Asia setelah China. India, yang kabarnya jadi calon terkuat lokasi pabrik tersebut, memberikan rayuan maut supaya produsen mobil listrik itu mau berinvestasi di negaranya.

Tak main-main, India menjanjikan kalau Tesla akan mendapatkan biaya produksi mobil yang lebih murah bahkan dibanding dengan pabrik mereka yang ada di Shanghai, China.

Menteri Transportasi India, Nitin Gadkari mengungkapkan telah memberikan beberapa tawaran insentif kepada Tesla merealisasikan rencana investasi di negaranya. Hal ini dilakukan setelah Elon Musk dilaporkan mendaftarkan sebuah perusahaannya di India, yang menjadi salah satu langkah Tesla untuk memasuki negara tersebut.

"Daripada (sekadar) merakit mobil di India, mereka harusnya membuat seluruh produk di dalam negeri dengan menyewa vendor lokal. Kemudian kami dapat memberikan konsesi yang lebih tinggi," kata Gadkari dikutip Reuters.

"Pemerintah akan memastikan biaya produksi Tesla yang paling rendah jika dibandingkan negara lain di dunia, bahkan China. Ketika akan mulai memproduksi mobil di India, kami akan memastikan hal itu," ungkap Gadkari.

Tesla Model STesla Model S Foto: Tesla

Selain memiliki pasar otomotif yang besar, Gadkari mengatakan India bisa menjadi pusat ekspor baterai lithium-ion, terlebih mereka membuat komponen baterai sekitar 80% secara lokal. "Saya pikir ini adalah win-win solution untuk Tesla," tambah dia.

Pemerintah India ingin meningkatkan manufaktur lokal kendaraan listrik, baterai dan komponen lainnya demi memangkas biaya impor yang mahal. Di samping itu, India juga tengah memiliki misi besar untuk menekan tingkat polusi di sejumlah kota besar.

Namun pasar otomotif di India saat ini hanya menyumbang 5.000 unit mobil listrik dari total 2,4 juta mobil pada tahun 2020. Faktor ini disebabkan karena infrastruktur pengisian daya yang belum memadai serta tingginya harga mobil listrik.

Sebaliknya, penjualan mobil listrik Tesla di China laku keras, di mana telah terjual 1,25 juta unit mobil listrik pada 2020. Bahkan China menyumbang lebih dari sepertiga penjualan mobil Tesla secara global.

Tahun lalu India telah memperkenalkan aturan emisi yang lebih ketat bagi produsen mobil agar mengikuti standar internasional. Selain itu India juga melakukan perjanjian di Paris soal beralih ke energi yang bersih dan mengurangi polusi kendaraan.

Tesla Model X dengan Falcon Wing.Tesla Model X dengan Falcon Wing. Foto: Tesla.com

Gadkari sendiri belum bisa memutuskan secara langsung soal investasi Tesla di India. Tetapi dengan adanya regulasi baru, hal ini akan memenuhi komitmen perjanjian Paris tanpa mengganggu pertumbuhan ekonomi.

"Pembangunan dan lingkungan akan berjalan beriringan. Nantinya kita masih membutuhkan waktu, tapi sebentar lagi bisa mencapai standar internasional," jelasnya.



Simak Video "Elon Musk Umumkan Peluncuran Tesla Bot Tahun Depan"
[Gambas:Video 20detik]
(din/din)