Warga Satu Desa di Tuban Borong 176 Mobil Baru, Tolak Beli LCGC dan MPV Murah

Ridwan Arifin - detikOto
Kamis, 18 Feb 2021 06:32 WIB
Warga satu desa di Tuban memborong 176 mobil baru. Kini videonya tengah viral di media sosial.
Warga tuban borong mobil bersamaan Foto: Tangkapan Layar
Jakarta -

Baru-baru ini nama Desa Sumurgeneng di Tuban mendadak viral lantaran warganya memborong 176 mobil baru usai mendapat ganti rugi lahan kilang minyak oleh Pertamina. Desa itu kini dijuluki "Kampung Miliarder", di sisi lain warganya enggan membeli mobil murah untuk dipakai sendiri.

Kepala Desa Sumurgeneng, Gianto bilang total mobil yang sudah dibeli warganya disebut 176 unit. Sedangkan Toyota, lewat dealer Auto2000 Tuban, jadi merek yang paling diminati para miliarder baru ini.

Kepala Cabang Auto2000 Tuban, Arie Soerjono mengatakan sejak April 2020, pihaknya sudah mengirim mobil 130 unit. Low Cost Green Car ataupun Low Multi Purpose Vehicles yang dikenal lebih ramah di kantong, ternyata kurang diminati kampung milarder.

Bahkan di antara mereka ada yang memiliki 2 sampai 3 mobil baru. Adapun jika yang dibeli mobil LMPV dan LCGC, maka itu untuk sanak saudara, bukan dipakai sendiri.

"Untuk segmennya sendiri, karena di sana adalah penerima duit besar, kendaraan mayoritas segmennya di Innova, ada sebagian di Fortuner, dan Rush," ujar Arie saat dihubungi detikOto, Rabu (17/2/2021).

"Jadi jarang sekali, hampir nggak ada beli LCGC, ada mungkin dia belikan untuk saudaranya. Tapi untuk dia sendiri tidak ada LCGC sama sekali, karena kan gengsi, mereka rata-rata terima uang minimal Rp 7 miliar," sambung Arie.

Hal unik lain ialah referensi mobil, Arie mengatakan sebelum membeli kebanyakan warganya melirik apa yang dibeli oleh tetangganya.

"Coba kalau diawal banyak yang beli Alphard, rasanya banyak yang beli Alphard. Sistemnya kan dia melihat 'oh dia beli apa ya', dia ngikut," cerita Arie.

Pasar otomotif di Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban meroket bahkan empat kali lipat dari biasanya. Padahal market otomotif secara umum sedang anjlok lantaran pandemi Covid-19.

"Market Jenu sendiri peningkatannya 400 persen, kalau yang sebelumnya itu marketnya sebulan cuma 15 jadi 60-an," kata Arie.

Kades Sumurgeneng, Gianto menjelaskan pembebasan lahan untuk pembangunan kilang minyak itu dilakukan Pertamina dan Rosneft, perusahaan asal Rusia. Tanah warga dibayar dengan harga Rp 600 ribu sampai Rp 800 ribu per meternya.

Menurutnya, harga itu jauh lebih tinggi dari harga rata-rata tanah di wilayah tersebut. Rata-rata warga mendapatkan uang ganti rugi pembebasan lahan Rp 8 miliar. Sehingga banyak warga yang memutuskan untuk membeli mobil.



Simak Video "Penampakan Desa 'Miliarder' di Tuban yang Warganya Borong 176 Mobil"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)