Isuzu Panther, Raja MPV Diesel 90-an yang Perlahan Raib dari Jalanan

Ridwan Arifin - detikOto
Kamis, 11 Feb 2021 11:03 WIB
Panther Mania Chapter Jakarta Raya melakukan kopi darat rutin setiap hari Minggu terakhir di setiap bulan.
Ilustrasi populasi Panther di Indonesia Foto: Panther Mania
Jakarta -

Isuzu Panther pernah menjadi raja MPV bermesin diesel di Tanah Air di tahun 1990-an. Dua dekade berselang, Isuzu Panther akhirnya menyerah dan disuntik mati.

Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) tengah fokus pada pengembangan MU-X dan D-MAX. Sebab, tipe tersebut sudah jauh lebih siap menyambut peraturan pemerintah terkait standar emisi Euro 4.

Dalam dua dekade, IAMI mencatat Isuzu Panther sudah terjual 433.117 unit termasuk varian minibus dan pikap. Isuzu fokus ke kendaraan komersial seperti D-Max, Traga Isuzu Elf, dan Giga, serta segmen penumpang MU-X.

Mengutip data Gabungan Asosiasi Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Panther memang tak lagi diproduksi sejak Maret 2020.

Ada empat model Panther untuk kendaraan penumpang yang ditawarkan masyarakat Tanah Air. Keempat model itu adalah Panther Smart (LM), Panther LV, anther LS, dan Panther Grand Touring.

Namun penjualannya semakin menurun tergerus oleh berbagai model-model terbaru dari berbagai brand otomotif di Indonesia.Mobil legendaris ini pernah menyentuh angka penjualan ribuan unit dalam setahun. Namun mengutip data distribusi wholesales Gaikindo distribusi Panther kian merosot, tercatat Panther tidak mampu menembus angka 1.500 sejak tahun 2015.

Pada tahun 2017 Isuzu Panther untuk minibus terjual sebanyak 1,182 unit sedangkan pada tahun 2018 jatuh pada angka 1.001 unit.

Tahun 2019 lalu, selama 12 bulan penjualan Isuzu Panther tercatat hanya 681 unit. Penjualan makin merosot di tahun berikutnya, sepanjang bulan Januari hingga Desember tahun 2020, Panther sudah terdistribusi sekitar 320 unit.

Isuzu bukan tanpa usaha menghidupkan Panther. Mobil ini hadir di Indonesia dan telah mengalami 4 kali perubahan. Secara model, sejak lahir tahun 1991 Isuzu juga terus menyempurnakan tampilan Panther. Terakhir, Panther tercatat dipermak pada tahun 2013.

Diawali dari generasi pertama tahun 1991-1996 yang disebut sebagai Panther Kotak Pre-Facelift, lalu diikuti generasi kedua 1996-2000 yang disebut dengan Panther Kotak Facelift, selanjutnya generasi ketiga Panther Kapsul versi awal (2000-2004), dan generasi keempat, diluncurkan pada 2005 dan mengalami facelift sebanyak dua kali yakni pada 2009 dan 2013. Model 2013 inilah yang bertahan hingga akhirnya disuntik mati.

Mengisi segmen MPV, Panther harus menghadapi ketatnya bersaing dengan Hyundai Trajet, KIA Carens, Chevrolet Zafira dan Estate, Nissan Latio, Kia Carnival, Mitsubishi Kuda, Maza Premacy, Toyota Kijang, Honda Stream, Chery Eastar, Honda Freed, Nissan Grand Livina, Toyota Sienta, Wuling Cortez, hingga Proton Exora.

Dari beberapa mobil yang disebutkan di atas, tersisa beberapa saja karena terhitung sebagai pendatang baru. Sisanya seperti Kia Carens, Hyundai Trajet, Kia Carnival, Mitsubishi Kuda dan sederet model lain telah 'menyerah'. Kini Panther meninggalkan Toyota Kijang meski telah berjalan selama puluhan tahun.

"Kami mengucapkan terima kasih Panther, karena kita akan lebih fokus lagi ke commercial vehicles, tetapi dari sisi pengguna Panther tidak usah khawatir, karena kami Isuzu Real Partner, Real Journey," jelas Attias Asril, General Manager Marketing PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI).



Simak Video "Selamat Tinggal, Isuzu Panther!"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/rgr)