Konsumen mobil listrik Tesla mengkomplain masalah yang terjadi pada mobil-mobilnya. Pejabat pemerintah China pun mengundang perwakilan Tesla atas keluhan dari konsumen tersebut.
Diberitakan Reuters, Pemerintah China bertemu dengan perwakilan Tesla atas laporan dari konsumen. Konsumen di negeri itu mengeluhkan baterai mobil listrik Tesla terbakar, mobil mengalami akselerasi tak terduga hingga kegagalan dalam pembaruan perangkat lunak over-the-air.
Para pejabat China mendesak Tesla untuk beroperasi sesuai hukum dan melindungi hak pelanggan. Administrasi Negara China untuk Peraturan Pasar bersama Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi, Kementerian Manajemen Darurat, Administrasi Ruang Siber dan Kementerian Perhubungan, telah bertemu Tesla untuk mendiskusikan masalah tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai tanggapan, Tesla mengatakan akan menyelidiki secara menyeluruh masalah yang dilaporkan oleh konsumen dan meningkatkan inspeksi.
"Kami akan secara ketat mematuhi hukum dan peraturan China dan selalu menghormati hak konsumen," kata seorang perwakilan Tesla.
Konsumen mobil listrik Tesla komplain soal masalah mobilnya. Pemerintah China sampai turun tangan. Foto: Getty Images/Sean Gallup |
Dia menambahkan bahwa Tesla menerima bimbingan dari departemen pemerintah China.
China sendiri menjadi salah satu pasar terbesar bagi Tesla. Bahkan, Tesla membangun pabrik mobil listrik di China. Tesla sedang membangun sedan listrik Model 3 dan kendaraan sport Model Y di pabriknya di Shanghai. Pada Januari 2021, Tesla telah menjual 15.484 unit buatan China.
Kementerian Perindustrian China pada Mei lalu mendesak Tesla untuk memastikan konsistensi dalam kendaraan buatan China. Soalnya, beberapa pelanggan China mengeluh tentang chip komputer yang kurang canggih di mobil listrik asal Amerika Serikat itu.
(rgr/din)













































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
Impor Pickup India Disebut Lebih Murah, Segini Harganya
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas