Orang RI Beli Tesla, Peduli Lingkungan atau Penasaran dengan Autopliot?

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Senin, 25 Jan 2021 18:29 WIB
Tesla Model 3 Facelift
Tesla Model 3. Foto: Prestige Image Motorcars
Jakarta -

Masyarakat Indonesia terutama kalangan atas mulai banyak yang berminat dengan mobil listrik. Salah satu mobil listrik yang diburu di Indonesia adalah Tesla.

Saat ini, mobil listrik Tesla dijual oleh importir Prestige Motorcars. Bahkan, Prestige Motorcars menggencarkan penjualan mobil listrik Tesla melalui salah satu e-commerce di Indonesia.

Presiden Direktur Prestige Motorcars, Rudy Salim, mengatakan Tesla Model 3 menjadi mobil listrik Tesla yang paling diburu di Indonesia. Maklum, Tesla Model 3 merupakan mobil listrik Tesla paling murah.

Kini, Prestige Motorcars menjual Tesla Model 3 dengan harga Rp 1,5 miliar. Sementara Tesla Model S dan Model X harganya di atas Rp 3 miliar. Lantas seperti apa karakter konsumen yang rela menghabiskan uang miliaran rupiah untuk membeli mobil listrik Tesla?

"Kebanyakan memang ingin driving experience yang lain dari combustion engine dan ingin menikmati berbagai fasilitas umum mobil listrik, seperti pengoprasian yang murah, bebas ganjil genap di Jakarta, dan parkir spesial, juga ada fasilitas spesifik Tesla yaitu autopilot, entertainment system dan performa mobil," kata Rudy kepada detikOto, Senin (25/1/2021).

Mobil Tesla kini dijual di toko onlineMobil Tesla kini dijual di toko online Foto: Screnshot Tokopedia

Ya, fitur autopilot merupakan salah satu daya tarik mobil Tesla. Mengutip laman resmi Tesla, sistem full self driving pada mobil Tesla dirancang untuk dapat melakukan perjalanan jarak pendek dan jauh tanpa perlu tindakan apa pun oleh orang yang duduk di kursi pengemudi. Yang perlu dilakukan pemilik mobil adalah, masuk mobil dan menginput lokasi ke mana harus pergi. Canggihnya, jika pengendara tidak menginput lokasi tujuan, mobil akan melihat kalender pemilik kendaraan dan membawanya ke tempat tujuan sesuai lokasi di kalender, atau menuju rumah jika tidak ada agenda di kalender.

Sistem pada mobil Tesla akan menemukan rute yang optimal, menavigasi jalan-jalan perkotaan (bahkan tanpa marka jalur), mengelola persimpangan kompleks dengan lampu lalu lintas, rambu berhenti dan bundaran, dan menangani jalan raya yang padat. Saat Anda tiba di tempat tujuan, cukup melangkah keluar dan mobil akan memasuki mode pencarian parkir, secara otomatis mobil mencari tempat dan parkir sendiri.

Pada sistem Autopilot Tesla, terdapat fitur Smart Summon. Dengan satu ketukan di ponsel, mobil Tesla akan berjalan sendiri dari lokasi parkir menuju tempat Anda berdiri.

Sistem Autopilot memungkinkan mobil Tesla bermanuver, berakselerasi dan mengerem secara otomatis di jalurnya. Fitur Autopilot saat ini tetap memerlukan pengawasan pengemudi yang aktif.

Delapan kamera memberikan visibilitas 360 derajat di sekitar mobil pada jarak hingga 250 meter. Dua belas sensor ultrasonik yang diperbarui melengkapi 'penglihatan' canggih ini, memungkinkan untuk mendeteksi benda keras dan lunak. Radar yang menghadap ke depan memberikan data tambahan tentang kondisi jalan yang mampu melihat dalam kondisi hujan lebat, kabut, debu, bahkan mobil di depan.

Rudy menambahkan, peminat Tesla di Indonesia lumayan banyak. Namun, Rudy tidak menyebutkan seberapa banyak penjualan mobil Tesla di Indonesia. Melihat angka di e-commerce Tokopedia, mobil listrik Tesla Model 3 terjual puluhan unit.

"Peminatnya lumayan banyak, apalagi dengan kemudahan transaksi dengan berbagai platform yang kami tawarkan, termasuk fasilitas test drive di rumah saja, sampai pembelian melalui Tokopedia," ujar Rudy.



Simak Video "Ngulik Tesla Model 3 Milik Polri untuk Patroli"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/lth)