Honda: Tahun 2021 Low SUV Lebih Dipilih daripada Low MPV

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Senin, 18 Jan 2021 12:28 WIB
Honda HR-V Facelift di GIIAS 2018
Honda memprediksi low SUV lebih dipilih ketimbang low MPV pada 2021. Foto: Rangga Rahardiansyah
Jakarta -

Pasar otomotif Indonesia berubah. Biasanya low MPV menjadi mobil paling laris, pada tahun 2020 pasar low MPV justru turun.

Hal itu disampaikan oleh Business Innovation and Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor, Yusak Billy. Billy mengatakan pangsa pasar low MPV turun dari 22% menjadi hanya 16% pada 2020.

Di sisi lain, pasar low SUV justru naik. Minat masyarakat Indonesia, menurut Billy, cenderung bergeser dari low MPV ke low SUV.

"Market LSUV meningkat 11% ke 15%," kata Billy kepada detikcom, Senin (18/1/2021).

Untuk tahun ini, Billy mengatakan pihaknya memprediksi pasar belum stabil sepenuhnya. Sebab, pandemi COVID-19 masih melanda.

"Jadi kami lebih memfokuskan pada kendaraan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan konsumen," ucapnya.

Dia juga meyakini, pasar low SUV semakin berjaya di Indonesia pada 2021 ini. Sedangkan low MPV bisa jadi turut berkurang peminatnya.

"Memang menurut study yang kami lakukan, market LSUV lebih dipilih dibanding LMPV," ujar Billy.

Sementara itu, Honda optimistis menatap tahun 2021. Penjualan mobil yang perlahan pulih pada tujuh bulan terakhir menjadi modal yang baik untuk tahun 2021.

"Di tahun ini, kami tetap akan fokus menjaga penetrasi di tengah kondisi pasar yang belum stabil, sambil tetap berupaya menghadirkan program penjualan yang meringankan konsumen untuk melakukan pembelian," sebut Billy dalam keterangan tertulis sebelumnya.

Untuk tahun 2020 lalu, mobil terlaris di Indonesia bukan low MPV seperti tahun-tahun sebelumnya. Honda Brio berhasil menggeser dominasi Toyota Avanza yang sebelum 2020 selalu menjadi mobil paling laris di Indonesia.

Honda Brio (termasuk Brio RS dan LCGC Brio Satya) menjadi mobil yang paling laris di Indonesia sepanjang 2020. City car Honda tersebut terjual sebanyak 40.879 unit berdasarkan data penjualan mobil secara wholesales (distribusi dari pabrik ke dealer) yang dirilis Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).



Simak Video "Alasan Gaikindo Minta Diskon PPnBM ke Pemerintah"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)