Menperin: Toyota Investasi Rp 28 T, Mulai Produksi Mobil Listrik Tahun 2023

Ridwan Arifin - detikOto
Senin, 28 Des 2020 14:35 WIB
PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) hari ini resmi melahirkan produk terbaru the All New Sienta dari pabrik Karawang 2.
Ilustrasi pabrik Toyota di Karawang Foto: Toyota
Jakarta -

Produsen mobil asal Jepang, Toyota akan menambah investasi di Indonesia. Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang mengatakan pabrikan itu siap memproduksi mobil listrik murni baterai (electric vehicles) pada tahun 2023.

Dalam paparannya, Menperin Agus menyebut Toyota menyiapkan dana sebesar Rp 28,3 triliun untuk pengembangan dan produksi kendaraan listrik dari berbagai model mulai dari hybrid, plug in hybrid, dan baterry electric vehicles (BEV).

"Saya sendiri juga sudah melakukan pertemuan-pertemuan dengan pihak Toyota dari Jepang, di mana pihak Toyota juga sudah memberikan komitmen pada saya (kementerian perindustrian) bahwa mereka akan mulai melakukan investasi sampai tiga tahun ke depan sampai sebesar 28 triliun," ujar Menperin Agus Gumiwang saat konferensi pers secara virtual, Senin (28/12/2020).

Ia tidak merinci model mobil BEV apa yang akan dibuat Toyota di Indonesia. Namun Agus mengaku sudah melihat road map model kendaraan listrik Toyota yang bakal mengaspal di Tanah Air.

"Di mana mereka akan membangun atau mengembangkan produk-produk hybrid, plug in hybrid, dan juga mereka akan membangun satu jenis electric vehicles di Indonesia, yang rencananya akan mulai produksi pada tahun 2023."

"Saya sendiri sudah melihat, mendengar secara langsung produk apa saja, dari mulai hybrid, plug in hybrid, dan juga full EV yang akan dikembangkan Toyota. Ini suatu hal yang menjanjikan untuk perkembangan kendaraan berbasis listrik yang ada di Indonesia," jelas Agus.

Seperti diketahui Toyota membuat proyek EV Smart Mobility di Bali sebagai bagian untuk mendukung penggunaan kendaraan listrik dalam ekosistem eco-tourism di Nusa Dua, Bali. Toyota akan bekerja sama dengan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Nusa Dua.

Selain itu Direktur Administrasi, Korporasi, dan Hubungan Eksternal PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azzam pernah mengungkap bahwa Toyota sudah menyiapkan 10 model mobil listrik, untuk beberapa tahun ke depan. Sebagai langkah awal Toyota akan melokalkan produk hybrid terlebih dahulu, yakni pada tahun 2022.

TMMIN memiliki dua alternatif produksi kendaraan listrik, yakni antara membuat produk yang benar-benar baru atau membuat produk mobil hybrid dari model-model yang sudah eksis di pasaran.

Jika nantinya Toyota mempertimbangkan membuat mobil hybrid dari produk yang sudah eksis di pasaran, diterima konsumen, dan sudah masuk pasar ekspor, maka pilihannya adalah mobil jenis low MPV seperti Avanza atau medium MPV seperti Innova.

"Kalau kita mempertimbangkan industri otomotif yang sudah ada, lebih baik kita meng-hybrid-kan model yang ada. Sehingga kita bisa menjaga supply chain tetap ada, dan teknologi baru bisa kita adopsi. Apalagi kalau model tersebut sudah diterima di pasar ekspor, jadi sekaligus kan untuk domestik dan pasar ekspor. Ya teman-teman sudah bisa baca lah, kira-kira itu model yang mana," ungkap Bob kala itu.

Sejauh ini Toyota sudah memiliki beberapa model kendaraan ramah lingkungan impor yang dijual di Tanah Air, antara lain Corolla Cross Hybrid, Camry Hybrid, Corolla Altis Hybrid, dan C-HR Hybrid. Toyota juga memiliki satu model mobil listrik murni (full battery) melalui produk Lexus UX 300e, yang dirilis baru-baru ini.

Tahun 2025 Indonesia membidik penggunaan kendaraan listrik mencapai 20 persen dari total volume kendaraan yang ada. Pemerintah Indonesia sudah berupaya membuat infrastruktur regulasinya, melalui Perpres No 55 tahun 2019 dan aturan pajak mobil listrik dalam PP Nomor 73 Tahun 2019.



Simak Video "Menperin: Chipset Langka, Berdampak Pada Produksi Laptop Dalam Negeri"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)