10 Tahun Nissan Jualan Mobil Listrik, Cegah 2,5 Juta Kg CO2 Mengudara

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Kamis, 03 Des 2020 16:32 WIB
Konvoi kendaraan listrik dari Jakarta menuju Serpong
Nissan Leaf. (Nissan Motor Indonesia)
Yokohama -

Nissan merayakan 10 tahun penjualan mobil listrik Nissan Leaf hari ini. Setengah juta unit Nissan Leaf telah mengaspal di seluruh dunia sejak pertama kali diluncurkan.

Nissan Leaf pertama kali meluncur pada 2010. Kini, sudah 500.000 unit Nissan Leaf terjual di seluruh dunia. Nissan Leaf diproduksi di Jepang, Amerika Serikat, dan Inggris dan dijual di 59 negara di dunia.

"Dalam menandai pencapaian ini, pertama-tama kami ingin menyampaikan penghargaan kami kepada semua pelanggan yang telah mengikuti perjalanan yang menggetarkan ini bersama kami. Dengan beralih ke mobilitas listrik, pelanggan di seluruh dunia telah membawa kita semua lebih dekat ke masyarakat yang lebih berkelanjutan dan tangguh," kata Presiden dan CEO Nissan Makoto Uchida, Kamis (3/12/2020).

Nissan Leaf tak hanya sebagai mobil listrik yang berfungsi sebagai alat transportasi. Mobil listrik Nissan ini juga telah berkontribusi kepada masyarakat dengan membantu memberi daya pada rumah dan bisnis serta menyediakan listrik darurat selama bencana alam.

Nissan LEAFMobil listrik Nissan LEAF Foto: Nissan

Dengan 500.000 unit mengaspal di seluruh dunia, Nissan memperkirakan pemilik Nissan Leaf telah mengemudikan mobilnya sekitar 16 miliar kilometer secara kumulatif di seluruh dunia. Nissan juga mengklaim telah mencegah lebih dari 2,5 miliar kilogram emisi CO2 mengudara. Data jarak dan CO2 berdasarkan perhitungan Nissan Global Data Center (per Oktober 2020).

Setelah Leaf, Nissan terus menelurkan inovasi kendaraan listrik. Nissan sedang mengembangkan jajaran mobil dan teknologi kendaraan bertenaga listrik canggih yang memenuhi berbagai kebutuhan. Pada Juli tahun ini, Nissan meluncurkan crossover bertenaga listrik Nissan Ariya.

"Nissan tidak dapat mencapai pencapaian ini tanpa kontribusi besar selama 10 tahun ini dari karyawan kami yang berdedikasi di seluruh dunia, dan dari pemasok dan dealer kami yang berharga," kata Uchida. "Bersama-sama, kami bekerja untuk memperluas opsi untuk EV (electric vehicle/kendaraan listrik) dan adopsi kendaraan berlistrik sehingga lebih banyak orang dapat menikmati manfaat mengemudi elektrik."

Di Indonesia, Nissan belum menjual mobil listrik murni Nissan Leaf ini. Nissan baru memboyong teknologi e-Power dalam kemasan Nissan Kicks e-Power. Teknologi itu menggabungkan mesin bakar dan motor listrik di mana mesin bakar berfungsi sebagai generator listrik, tidak menggerakkan roda.

Sementara itu, di luar negeri Nissan Leaf dijual mulai dari USD 31.600 atau sekitar Rp 469 juta yang ditawarkan dalam dua opsi. Pada model standarnya, motor listrik menghasilkan 147 hp dan torsi 236 lb-ft, yang dikirim ke roda depan melalui transmisi otomatis. Nissan Lead dapat melaju dengan satu baterai lithium-ion 40 kWh terisi penuh sejauh 240 km.

Sementara itu versi Plus menawarkan output 214 hp dan torsi 250 lb-ft. Tenaga listrik disimpan di baterai 62 kWh yang dapat membuatnya tahan melaju sejauh 363 km dengan satu kali pengisian penuh. Baterai Nissan Leaf dapat diisi hingga 80 persen dalam waktu kurang dari satu jam menggunakan stasiun pengisian daya cepat.



Simak Video "Hyundai Siapkan Mobil Listrik Murni Pertama di Indonesia!"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)