Thailand Kasih Kupon Rp 46 Juta ke Warganya buat Tukar Tambah Mobil Listrik

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Senin, 30 Nov 2020 16:50 WIB
Merasakan Fasilitas Pengisian Baterai Mobil Listrik di Thailand

Bangkok - Thailand sudah mulai menerapkan era mobil ramah lingkungan. Saat ini di Negeri Gajah Putih sudah banyak beredar mobil ramah lingkungan, salah satunya mobil berteknologi plug-in hybrid.

Mobil plug-in hybrid sendiri berbeda dengan mobil hybrid konvensional. Mobil plug-in hybrid yang menggabungkan mesin bakar dan motor listrik bisa diisi ulang baterainya dengan mencolokkan listrik dari sumber listrik di tembok ke mobil.
Mobil listrik di Thailand. Foto: Rangga Rahadiansyah
Bangkok -

Pemerintah Thailand semakin gencar memasyarakatkan penggunaan mobil listrik. Pemerintah negeri itu berencana memberikan kupon untuk tukar tambah mobil lama dengan mobil listrik sehingga harganya lebih murah.

Diberitakan Bangkok Post, Menteri Perindustrian Thailand, Suriya Jungrungreangkit, mengusulkan untuk memberi kupon diskon pajak bagi masyarakat yang ingin tukar tambah mobil lamanya dengan mobil baru. Langkah ini diusulkan untuk merangsang pembelian mobil, termasuk kendaraan listrik. Pembeli mobil individu dibekali kupon senilai 100.000 baht untuk menukar mobil lamanya dengan mobil listrik.

Menurut Dewan Pembangunan Ekonomi dan Sosial Nasional Thailand, pemilik dapat menggunakan kupon tersebut sebagai pengurangan pajak pendapatan.

Suriya mengatakan, belum ditentukan apakah program tukar tambah ini hanya fokus pada kendaraan listrik. Tapi, dia mengatakan kendaraan listrik akan menjadi masa depan mobil. Suriya yakin skema tukar tambah akan menguntungkan industri otomotif dan bisnis terkait.

Salah satu faktor untuk mempromosikan penjualan kendaraan listrik adalah membantu mengurangi polutan udara, terutama partikel debu sangat halus PM2.5, dengan lebih banyak polusi yang dipancarkan dari mobil tua.

Kementerian Perindustrian Thailand berencana untuk membahas skema tersebut dengan Kementerian Keuangan serta produsen mobil untuk mengumpulkan pandangan dan komentar mereka.

Suriya mengharapkan Menteri Energi Supattanapong Punmeechaow, yang memimpin Komite Kebijakan Kendaraan Listrik Nasional, bisa mengumumkan skema tukar tambah ini sebagai hadiah Tahun Baru pada akhir tahun 2020.

Thailand berencana meningkatkan produksi kendaraan listrik hingga 30% dari total produksi otomotif di negara tersebut pada 2030. Artinya, 10 tahun lagi Thailand menargetkan bisa memproduksi 750.000 mobil listrik dari total produksi semua jenis mobil sebanyak 2,5 juta unit.



Simak Video "Hyundai Siapkan Mobil Listrik Murni Pertama di Indonesia!"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)