Jumat, 13 Nov 2020 20:50 WIB

Sempat Dikabarkan Bakal Masuk Indonesia, Apa Kabar Skoda, Lada, dan Geely?

M Luthfi Andika - detikOto
Line up mobil Skoda Ilustrasi Skoda Foto: Newspress/Skoda
Jakarta -

Pada 2018 ramai terdengar kabar beberapa produsen otomotif dari Eropa timur dan China, seperti Skoda, Lada, dan Geely akan ikut meramaikan pasar otomotif tanah air. Akan tetapi kabar ini semakin menjauh terlebih saat pandemi Corona datang. Akhirnya jadi datang ke Indonesia tidak ya?

Direktur Jenderal (Dirjen) Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektronika Kementerian Perindustrian, Taufiek Bawazier, memberikan jawabannya.

"Kita menggunakan logika bisnis, semuanya akan berhitung mereka akan masuk ke Indonesia di saat semuanya menguntungkan dan menunggu momentumnya kapan, kalau pasar turun ya nanti," ujar Taufiek dalam Webinar Diskusi Virtual Industri Otomotif yang bertajuk 'Upaya Pemerintah Bangkitkan Industri Otomotif dari Dampak Pandemi COVID-19'.

Taufiek tidak menutup kemungkinan bagi Skoda, Lada dan Geely akan masuk ke pasar Indonesia jika vaksin Corona mulai ditemukan.

"Kalau vaksin ditemukan ini akan bergerak (masuk ke Indonesia) terlebih sektor otomotif masih bisa tumbuh. Terbukti di era COVID-19 seperti sekarang roda 2 atau roda 4 tetap tumbuh hal itu menandakan Indonesia memiliki market yang potensial," Taufiek menambahkan.

Dalam pemberitaan detikOto sebelumnya salah satu produsen otomotif tersebut memang sudah sangat ngebet merasakan persaingan otomotif di tanah air. Bahkan waktu itu dikatakan rencana ekspansi Skoda ke Indonesia sudah lama dipersiapkan mesin pada 2009 Skoda membatalkan rencana tersebut.

Line up mobil SkodaLine up mobil Skoda Foto: Newspress/Skoda

Dikatakan Skoda awalya memang ingin memasuki pasar ASEAN termasuk Malaysia, Indonesia dan Thailand. Saat itu Skoda merasa harus menunggu waktu yang tepat untuk melakukan proses konsolidasi pasar.

Bahkan tadinya Skoda berharap bisa menemukan mitra lokal sehingga Skoda bisa merakit mobil di Indonesia. Namun produsen mobil lain di Indonesia selalu berhasil menawarkan harga yang lebih murah, sehingga berisiko buat Skoda saat itu.

Padahal VW saat itu merasa kawasan ASEAN sebagai kawasan dengan potensi pertumbuhan yang tinggi.

Sementara itu Dosen Pemasaran di MSU Malaysia Sakinah Mohd Shukri, dalam presentasi makalahnya soal Skoda mengatakan produsen asal Republik Ceko tersebut menargetkan bisa mampu melawan Toyota dan Daihatsu.

Akademisi yang sekaligus menjabat sebagai Academic Counselor di MSU (Management & Science University) Selangor Malaysia tersebut menuliskan bahwa Indonesia dipilih bersama Meksiko untuk menjadi pertimbangan perluasan bisnis Skoda. Dari sepuluh negara seperti Angola, Argentina, Bolivia, Mesir, Iran, Filipina, Korea Selatan, dan Vietnam, Indonesia serta Meksiko dianggap paling potensial untuk Skoda Auto.

Hal tersebut karena lisensi dan administrasi impor yang mendukung, tariff murah, hingga pemerintah yang kerap semangat untuk negara lain datang guna melakukan investasi dan membangun bisnis di dalam negeri. Konsumen di Indonesia juga terbilang cukup menggoda sebab sasaran dari mobil Skoda adalah usia 18 sampai 25 tahun (berdasarkan populasi rata-rata usia).

Ada tiga kota yang berpotensi menjadi pasar besar Skoda yaitu Jakarta, Surabaya, dan Bandung. Sementara saingan terberatnya adalah Toyota dengan Kijang Innova, Fortuner, serta Avanza, dan Daihatsu dengan Xenia, Sirion, juga Luxio.

Masuknya Skoda juga makin diperkuat dengan jaringan Volkswagen Indonesia yang cukup berkembang. Namun hal penting yang patut dicatat adalah belum diketahui secara resmi tujuan dari presentasi yang dibuat oleh Sakinah ini. Bila melihat latar belakangnya, bisa jadi ini adalah hasil analisis yang menjadi rekomendasi untuk Skoda Auto untuk masuk ke pasar Asia Tenggara.



Simak Video "Pemasok Terbesar Lada Putih di Dunia, Bangka"
[Gambas:Video 20detik]
(lth/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com