Toyota Filipina Recall Innova hingga Fortuner, Apa Masalahnya?

Tim detikcom - detikOto
Minggu, 25 Okt 2020 18:08 WIB
PT Toyota Astra Motor (TAM) mengumumkan program recall terhadap dua produk mobilnya, Kijang Innova dan Fortuner. Toyota menyampaikan ada indikasi masalah pada sistem pengereman.
Toyota recall Fortuner dan Innova di Filipina. Apa masalahnya? Foto: 20detik
Jakarta -

Toyota Motor Philippines (TMP) mengumumkan penarikan kembali alias recall terhadap beberapa mobil yang dijual di negeri itu. Masalahnya sama seperti recall yang ada di Indonesia, yaitu masalah fuel pump atau pompa bahan bakar.

Sejumlah mobil Toyota di Filipina yang di-recall merupakan produksi tahun 2013 sampai 2019. Itu termasuk Toyota Innova dan Toyota Fortuner.

Kendaraan yang termasuk dalam penarikan kembali pompa bahan bakar adalah:

- Toyota Alphard - diproduksi 4 September 2017 hingga 11 Desember 2018
- Toyota Corolla Altis - diproduksi 25 Desember 2017 hingga 26 Desember 2018
- Toyota FJ Cruiser - diproduksi 2 September 2013 hingga 3 Juni 2015
- Toyota Fortuner - diproduksi 28 November 2017 hingga 19 September 2018
- Toyota Innova - diproduksi 1 Januari 2017 hingga 10 Mei 2019
- Toyota Land Cruiser Prado - diproduksi 6 September 2013 hingga 2 Maret 2015.

Hingga saat ini, pompa bahan bakar yang rusak telah mempengaruhi lebih dari dua juta kendaraan Toyota secara global. Itu juga termasuk mobil-mobil Toyota yang dijual di Indonesia.

Di Indonesia, mobil Toyota yang di-recall karena fuel pump ada sebanyak 36.841 unit. Mobil-mobil Toyota yang terkena dampak recall fuel pump di Indonesia adalah Alphard dengan tahun produksi 2017-2018, Corolla produksi 2018, FJ Cruiser produksi 2013-2014, serta Kijang Innova, Fortuner, dan Hilux produksi 2017-2019.

Namun, disebutkan tidak semua kendaraan itu terlibat. Yang perlu dilakukan perbaikan hanya beberapa VIN (vehicle identification number) tertentu. Untuk itu, pemilik mobil-mobil tersebut disarankan untuk segera mengeceknya.

Permasalahan pada mobil Toyota yang di-recall itu adalah adanya potensi mekanisme dari baling-baling rotor pompa bahan bakar yang bisa berubah bentuk seiring waktu. Hal ini dapat menyebabkan pompa bahan bakar tidak dapat beroperasi, sehingga mesin menjadi kasar/tidak bisa berputar (mati) dalam kecepatan rendah. Dan pada situasi yang jarang terjadi mesin dapat mati saat berkendara pada kecepatan tinggi, hal ini dapat berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan.

Saat masalah itu terjadi, ada kemungkinan lampu engine di dasbor akan menyala. Potensi lainnya, putaran mesin bisa kasar, mesin tidak dapat dinyalakan dan/atau kendaraan mogok saat dikemudikan.

Masalah fuel pump pada mobil-mobil Toyota itu mirip dengan recall Mitsubishi Xpander, Nissan Livina, dan beberapa mobil Honda. Namun, Anton tak bisa memastikan apakah mobil-mobil Toyota menggunakan pemasok komponen fuel pump yang sama dengan mobil Jepang lainnya yang di-recall itu.



Simak Video "Lexus UX 300e Ikut Setrum Dunia Mobil Tanah Air"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/lua)