Ford Equator: Tampang Mirip Wuling Almaz Tantang Jeep Comander-Toyota Highlander

Ridwan Arifin - detikOto
Selasa, 20 Okt 2020 10:53 WIB
Ford Equator
Ford Equator (Facebook)
Jakarta -

Ford menyiapkan mobil Sport Utility Vehicles (SUV) berkapasitas 7-penumpang terbaru untuk bersaing dengan Jeep Comander dan Toyota Highlander. Ford Equator akan diproduksi di fasilitas pabrik perusahaan patungan Jiangling Motor Corp (JMC)-Ford, dan dijadwalkan meluncur di pasar China pada kuartal pertama tahun 2021.

Mencuplik Fordauthority, Selasa (20/10/2020) gaya Ford Equator terbilang unik. Dimulai dari depan, dengan sepasang lampu LED daytime running membingkai lampu depan yang menyempit. Pun grille depan atas yang agak besar, bersama dengan gril bawah yang dibalut sepasang lampu kabut.

Ford EquatorFord Equator Foto: Facebook

Bila melihat tampangnya, sedikit mengingatkan lekuk desain seperti Wuling Almaz. Selain sama-sama menampilkan grille yang besar, desain lampu depan dan lampu DRL Ford Equator juga terbilang mirip, yakni model 2 susun.

Selayaknya SUV, Ford Equator memiliki roofrail di sisi kiri dan kanannya. Sementara di bagian belakang disematkan emblem 'Ford Equator' sebagai penguat identitasnya. Tampilan makin kekinian berkat dua knalpot di bawah bumper.

Wuling Motors (Wuling)  memasarkan varian terbaru Smart Technology SUV, Almaz, di ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019. Medium SUV dengan inovasi Wuling Indonesian Command (WIND) dan pilihan konfigurasi 7-seater tersebut diniagakan dengan harga on the road (OTR) Jakarta mulai dari Rp 263.800.000.Wuling Almaz Foto: Dadan Kuswaraharja

Di balik bonetnya, Ford dibekali mesin bensin 2.0 liter turbocharged 4 silinder. Jantung pacu itu bisa memuntahkan tenaga sekitar 221 hp, yang dikawinkan dengan opsi transimsi 5-percepatan manual atau otomoatis, atau konfigurasi penggerak roda depan dan all wheel drive.

Secara dimensi, Ford Equator memiliki ukuran panjang 4.905 mm, lebar 1.930 mm, dan tinggi 1.755 mm. Di pasar China SUV bongsor ini akan bertarung dengan Jeep Grand Commander, Hyundai Palisade, dan Toyota Highlander.

Di Indonesia Ford sudah pamit sejak 25 Januari 2016. Selepas Ford hengkang dari Indonesia, sejauh ini, layanan purnajual Ford Motor Indonesia dipegang oleh perusahaan di bawah naungan RMA Group. Dan menurut CEO RMA Group, Chris Manley, memang ada niatan Ford untuk kembali ke Tanah Air.

"Jadi seperti diketahui, selama ini kami sudah bekerja dengan Ford untuk garansi dan jaminan servis. Namun kami belum membuat keputusan untuk kembali ke market," kata Manley kepada wartawan di Bogor, Kamis (17/10/2019).



Simak Video " Ford Mustang Mach-E, Si Gahar Masa Depan"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)