Jumat, 09 Okt 2020 16:58 WIB

Indonesia Lagi Bersaing di ASEAN, Pajak Mobil 0% Bisa Membantu

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Penjualan Domestik Kendaraan Komersial Naik

Sejumlah mobil terparkir di Car Port Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (12/3/2018). Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyatakan bahwa penjualan domestik kendaraan komersial sampai pada 2017, 235.307 unit terbagi di antaranya truk naik 45%, pickup naik 6 persen, dan double cabin naik 46 persen. Grandyos Zafna/detikcom Penjualan mobil Indonesia tergusur ke posisi tiga di ASEAN. Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Industri otomotif di beberapa negara anjlok. Indonesia pun mengalami penurunan penjualan mobil yang cukup dalam, merosot sekitar 50%.

Year to date (YTD) atau dari Januari sampai Agustus 2020, penjualan mobil di Indonesia turun paling dalam jika dibandingkan dengan penjualan mobil di negara lain di ASEAN. Penjualan mobil YTD Agustus 2020 di Indonesia hanya 323.507 unit. Angka itu turun 51,1% dibanding YTD Agustus 2019.

Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara menyebut, industri otomotif Indonesia saat ini sedang bersaing dengan negara lain di ASEAN. Sebelum pandemi COVID-19, penjualan mobil domestik di Indonesia tertinggi di ASEAN. Namun, posisi Indonesia kini tergusur gara-gara penjualan anjlok akibat krisis pandemi COVID-19.

"Indonesia lagi bersaing dengan ASEAN. Kemarin gara-gara pandemi kita drop, yang biasanya kita domestic sales itu nomor 1 di ASEAN, itu sempat nomor 5," kata Kukuh kepada detikcom.

Saat itu, Indonesia yang sebelumnya menempati posisi teratas penjualan mobil terbanyak di ASEAN harus lengser ke posisi lima di bawah Thailand, Malaysia, Vietnam dan Filipina. Kini, pasar otomotif di Indonesia juga masih di bawah Thailand dan Malaysia.

"Sekarang udah balik ke nomor 3. Kita harus mempertahankan industri kita," ujar Kukuh.

Kini, Gaikindo masih menunggu kepastian wacana pajak mobil baru 0% yang sempat digaungkan oleh Kementerian Perindustrian. Wacana pajak mobil baru 0% itu disampaikan Kementerian Perindustrian kepada Kementerian Keuangan. Diharapkan, relaksasi pajak mobil baru 0% itu bisa membantu industri otomotif Indonesia pulih kembali.

"Kita berharap kalau itu ada keringanan/relaksasi harapannya adalah pasarnya tumbuh," sebut Kukuh.

Industri otomotif Indonesia sendiri memiliki kapasitas produksi sebanyak 2 juta unit. Namun, yang terpakai baru 1,3 juta unit, 1 juta unit untuk penjualan domestik dan 300 ribu untuk ekspor. Menurut Kukuh, utilisasi kapasitas produksi itu masih jauh dari kapasitas maksimal. Apalagi ditambah pandemi COVID-19.

"Kita harus paham bahwa kita itu dalam kondisi normal pun utilisasi kapasitas (produksi) masih rendah. Kalau kita kemudian kena pandemi juga makin turun. Kita berharap ada perbaikan. Supaya industrinya tetap berjalan," ucapnya.

Apalagi, Kukuh mengatakan bahwa industri otomotif merupakan salah satu sektor penting di Indonesia. Banyak industri turunan yang bergantung pada industri otomotif. Sebanyak 1,5 juta tenaga kerja juga terlibat di industri otomotif ini. Jika industri otomotif bangkit, diharapkan perekonomian Indonesia ikut naik.



Simak Video "Membeludak! Dibuka Perdana, GIIAS 2019 Diserbu Pengunjung"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com