Kamis, 01 Okt 2020 17:58 WIB

Pemerintah Belum Putuskan Relaksasi Pajak Mobil Baru 0%, Konsumen Galau

M Luthfi Andika - detikOto
Honda kembali melebarkan jaringan penjualannya di Indonesia. Kali ini, PT HPM menggandeng PT Honda Nusantara MT Haryono untuk membuat diler mewah di Cawang, Jakarta. Ilustrasi mobil Honda Foto: Honda
Jakarta -

Hingga saat ini pemerintah juga belum memutuskan apakah relaksasi pajak 0% mobil baru diterapkan atau tidak. Lambatnya pengambilan keputusan ini rupanya membuat konsumen menunda melakukan transaksi pembelian mobil baru.

Demikian itulah pengakuan sales Honda, yang enggan menyebut namanya, mobil kepada detikOto. Dia mengaku, wacana untuk merelaksasi pajak 0% mobil baru atau salah satu pajak mobil baru pada masa pandemi ikut membuat ragu konsumen melakukan transaksi yang berdampak pada target penjualan.

"Sebenarnya tujuannya bagus untuk mendongkrak industri otomotif, harapan kita itu benar (terealisasi), tidak menutup kemungkinan konsumen akan wait and see, apakah kebijakan ini akan diterapkan atau tidak?," ujar sales Honda mobil tersebut.

"Dan ini berdampak pada penjualan yang agak melorot (tambah melorot lagi dengan ditambah dengan situasi pandemi)," tambah dirinya.

Bahkan sales Honda mobil ini menilai, tidak hanya relaksasi pajak mobil baru yang bisa ikut mendongkrak penjualan mobil baru. Namun ekonomi Indonesia juga sangat berpengaruh.

Konsumen melihat fitur mobil Honda BR-V di diler Honda Surabaya.Ilustrasi Konsumen melihat fitur mobil Honda BR-V di diler Honda Surabaya. Foto: Rois Jajeli

"Penjualan pada masa normal atau sebelum pandemi, target jualan kita 100'an unit, Tapi September kemarin saja hanya 27 unit meski targetnya rata-rata di 30-40 unit (saat pandemi). Jadi presentase turun 73-75 persen jika dibandingkan sebelum pandemi. Dengan adanya wacana untuk relaksasi pajak ada konsumen yang menanyakan itu. Jadi konsumen ingin melihat kebijakan itu diterapkan atau tidak. Bahkan ada beberapa konsumen yang sudah proses saja ada 15 orang yang menanyakan kebijakan tersebut," katanya.


"Percaya atau tidak relaksasi pajak kendaraan baru ini berdampak positif pada penjualan kendaraan? Kalau untuk percaya sih percaya, tapi indikatornya banyak (untuk bisa meningkatkan penjualan mobil). Contohnya akhir bulan ini pemerintah menyebut kita memasuki resesi, meskipun pajak nol persen, kalau masuk masa resesi masyarakat lebih baik pegang uang cash (tidak melakukan pembelian mobil baru). Karena ada juga konsumen yang menanyakan hal itu juga. Jadi mungkin iya relaksasi pajak akan mendongkrak sedikit (penjualan mobil baru), tapi berapa banyaknya kita belum optimis banget (tidak terlalu yakin)," tutupnya.



Simak Video "20Detik+ bersama Herbalice: Menkeu Tolak Pajak 0%, Hingga Jutaan Orang Siap Divaksin"
[Gambas:Video 20detik]
(lth/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com