Selasa, 22 Sep 2020 12:25 WIB

Nasib Mobil Impor di Masa Pandemi dan PSBB Ketat, Gigit Jari!

M Luthfi Andika - detikOto
Prestige Motorcars resmi memperkenalkan Lamborghini Huracan EVO AWD. Lekukannya gahar banget gais. Penasaran? Ilustrasi mobil impor Lamborghini Foto: Rizki Pratama
Jakarta -

Pandemi virus Corona terlebih PSBB ketat diberlakukan seperti sekarang membuat pelaku usaha mobil impor alias importir umum gigit jari. Bagaimana tidak, para pelaku usaha mobil impor ini harus rela tidak berjualan.

Seperti yang disampaikan Presiden Direktur Prestige Image Motorcars, Rudy Salim kepada detikOto. Rudy mengatakan akibat pandemi, penjualan mobil impor turun drastis. Bahkan pada Februari 2020 kemarin pelaku usaha mobil impor tidak berjualan sama sekali.

"Waduh kalau penjualan sudah turun drastis sejak Februari 2020 dan penurunan penjualan paling tinggi ada di Februari kita nggak bisa jualan (tidak menjual unit sama sekali)," ucap Rudy.

Lebih menyakitkan, setelah sempat berharap penjualan pulih pada masa PSBB transisi, kini para pelaku usaha mobil impor kembali gigit jari dan harus bersabar.

"Kemarin penjualan sempat naik meski sedikit sekali tapi kini PSBB lagi. Februari-Maret 2020 kalau tidak salah turun hingga 90 persen. Kita semakin sulit saat PSBB diberlakukan, karena kami memang jualannya banyak melalui mall dan kami punya showroom di dalam mall. Tapi saat SPBB kembali diberlakukan kami sangat sulit jualan," katanya.

"Tapi saat PSBB transisi kemarin kita mulai membaik meski tidak baik dan sekarang harus tutup lagi," tambahnya.

Sulitnya menjual kendaraan impor pada masa pandemi bisa dikatakan wajar, karena untuk menjual kendaraan konvensional atau mobil penumpang biasa saja sangat sulit saat ini. Hal ini yang membuat Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) berharap pemerintah mengeluarkan sejumlah stimulus demi membantu industri otomotif bangkit dari krisis akibat pandemi virus Corona (COVID-19).

Salah satunya dengan meminta relaksasi pajak untuk pembelian mobil. Hal ini dimaksudkan agar angka penjualan pada industri mobil bisa kembali terkerek naik. Seperti yang disampaikan Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie Sugiarto.

"Kami sudah minta stimulus yang langsung mengena ke harga jual mobil, kami masih menunggu keputusan pemerintah," ujar Jongkie saat dihubungi detikcom, beberapa waktu lalu.

Penjualan mobil baru secara bulanan memang ada kenaikan secara retail tapi masih jauh dari capaian kondisi normal. Untuk itu, Jongkie mengatakan perlu memotong pajak-pajak yang ada dikenakan pada otomotif, sehingga harga mobil lebih murah.

"Karena daya beli masyarakat ini sudah turun, maka harus ada stimulus yang bisa menurunkan harga jual kendaraan bermotor," jelas Jongkie.



Simak Video "Polisi : 99 Persen Warga Sadar Pakai Masker di Kawasan HI"
[Gambas:Video 20detik]
(lth/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com