Senin, 21 Sep 2020 19:09 WIB

Pajak Mobil Baru Bakal 0%, Pasaran Mobil Bekas Bisa Anjlok

Ridwan Arifin - detikOto
Kebiasaan baru atau new normal rupanya tidak berpengaruh dengan angka penjualan mobil bekas. Kini pengusaha mobil bekas pun mulai menjerit. Nasib mobil bekas di tengah wacana pembebasan pajak mobil baru (Pradita Utama/detikOto)
Jakarta -

Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian mengusulkan pembebasan pajak hingga 0 persen untuk mobil baru. Jika aturan itu disahkan, harga mobil baru akan lebih murah, lalu apakah hal ini berdampak ke pasar mobil bekas?

"Tidak ada masalah, itu otomatis mobil second akan menyesuaikan diri harganya. Kalau (pedagang) mobil bekas kan, dia beli berapa dan jual berapa," ujar Senior Marketing Manager WTC Mangga Dua, Herjanto Kosasih kepada detikcom, Senin (21/9).

"Mobil baru itu kan harganya sudah dipatok, paling bermain di diskon. Kalau mobil second itu kan tergantung kondisi pedagang beli-nya kapan," sambung dia.

Herjanto menyebut kebutuhan mobil saat ini lebih mengarah ke fungsionalitas. Kebijakan pajak nol persen itu dirasa tidak akan berimbas ke pasar mobil bekas.

"Menurut saya tidak efek. Logikanya, sekarang ini orang beli mobil second karena betul-betul kebutuhan," tutur dia.

Ia melanjutkan pasar mobil bekas tidak terganggu daya beli masyarakat saat ini masih rendah, sementara kebutuhan kendaraan pribadi dirasa penting untuk menghindari penyebaran Covid-19, maka mobil bekas yang dinilai memiliki harga mobil murah tetap menjadi pilihan.

"Orang kan sekarang beli yang murah, yang penting jangan naik kendaraan umum. Kalau orang beli mobil baru kebutuhannya itu dia biar bisa keren dulu, prestige kebanyakan. Tapi kalau berdasarkan fungsi, orang sekarang ini beli mobil second," jelas Herjanto.

Di sisi lain, Pengamat otomotif sekaligus akademisi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Pasaribu menyebut, pasar mobil bekas yang berimbas tergantung dari relaksasi pajak mobil yang berdampak ke harga jual.

"Tergantung, PPN saja yang dihilangkan atau bahkan hingga PPnBM-nya," ungkap Yannes saat dihubungi detikcom, Senin (21/9/2020).

Menurutnya jika harga mobil baru hanya turun 10% belum akan mengganggu penjualan mobil bekas sebab para pedagang juga sudah menyetel harga lebih murah di saat pandemi melanda. "Harga mobil bekas yang kini pun sudah turun harganya dibandingkan dengan harga pada bulan yang sama tahun 2019 lalu," sambung Yannes.

Tapi jika harga mobil baru dapat terpotong sekitar 10-25%, maka kebijakan tersebut berpotensi untuk semakin mengganggu pasar mobil bekas.

"Dampak lanjutannya, maka harga jual mobil bekas yang sudah turun akan semakin anjlok lagi," sambung dia.



Simak Video "Wanita Brasil Ini Jualan Tanaman Pakai VW Kodok"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com