Selasa, 18 Agu 2020 16:05 WIB

Pemerintah Jepang Dorong Nissan-Honda Beraliansi

M Luthfi Andika - detikOto
Perbandingan logo Nissan Nissan Foto: ist.
Jakarta -

Pemerintah Jepang mencoba untuk mendorong Nissan dan Honda untuk beraliansi, langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi jika aliansi Nissan-Renault-Mitsubishi runtuh.

Dikutip Autocar dan Financial Times, pejabat tinggi Jepang berusaha untuk menengahi diskusi tentang merger Nissan-Honda pada akhir tahun lalu, karena mereka khawatir tentang memburuknya hubungan Nissan dengan Renault, tulis Financial Times.

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dilaporkan khawatir bahwa hubungan Nissan-Renault-Mitsubishi semakin memburuk. Sehingga Abe mengatakan ikatan dengan Honda disarankan untuk memperkuat merek.

Namun, pembicaraan merger dan ide tersebut ditolak oleh Nissan dan Honda. Sayangnya kedua perwakilan perusahaan otomotif ini enggan berkomentar saat ditemui di kantor Perdana Menteri Jepang.

Logo HondaLogo Honda Foto: Ari Saputra

Sementara alasan kegagalan pembicaraan belum dikonfirmasi, kemungkinan karena struktur Honda membuat sulit untuk berbagi suku cadang dan platform dengan Nissan, yang berarti merger Nissan-Honda akan kehilangan skala ekonomi penting.

Hambatan yang semakin keduanya bersatu bisa dilihat dari model bisnis keduanya. Jika saat ini Nissan berfokus pada mobil, sedangkan keragaman Honda seperti sepeda motor, peralatan listrik, dan peralatan berkebun memainkan peran besar dalam bisnis secara keseluruhan. Hal tersebut yang membuat keduanya tidak mungkin bersatu.

Sayang belum ada informasi terbaru mengenai kabar ini, meski demikian informasi ini bakal ditunggu semua pencinta otomotif dunia.



Simak Video "Nissan Launching SUV Kicks e-Power, Bukti Belum Mati di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(lth/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com