Rabu, 08 Jul 2020 21:09 WIB

Elon Musk Bakal Bikin Gigafactory Lagi di Asia, Negara Mana Dipilih?

Ridwan Arifin - detikOto
CEO Tesla Elon Musk melanggar aturan lockdown dengan membuka kembali pabrik Tesla di Fremont, California, AS. Area parkir pabrik Tesla yang penuh dengan mobil baru. Pabrik Tesla di California (AP Photo/Ben Margot)
Jakarta -

CEO Tesla, Elon Musk berencana membangun pabrik Gigafactory Tesla kedua di kawasan Asia. Elon Musk juga memastikan, lokasinya berada di luar China.

Kabar tersebut dikabarkan Elon Musk melalui akun sosial media twitter pribadinya. Seseorang bertanya, "Apakah Tesla akan memperluas mega factories di kawasan Asia di luar China?" cuit akun bernama @spaceguy_24.

"Yeah, tapi sebelum itu kita harus bereskan Giga Berlin dan Giga kedua di wilayah Amerika Serikat untuk memenuhi permintaan di wilayah Amerika Utara," jawab Elon Musk seperti dilihat detikcom, Rabu (8/7/2020).



Ini pertama kalinya Elon Musk mengungkapkan akan membuat pabrik lagi di kawasan Asia. Hanya saja, ia masih merahasiakan lokasi gigafactory tersebut. Melihat pernyataan Musk di akun Twitter-nya, gigafactory di Asia dipastikan baru akan digarap setelah gigafactory yang di Jerman dan Amerika rampung.

Untuk diketahui produsen mobil listrik sudah memiliki pabrik produksi di Fremont, California, Amerika Serikat dan Gigafactory di Shanghai, China. Saat ini Tesla juga tengah membangun fasilitas produksi di Berlin, Jerman, serte merencakan pabrik kedia di pasar Amerika Serikat, di Austin, Texas.

Selain itu, perusahaan ini sedang berupaya memperluas pabrik baterai gabungan Tesla-Panasonic di Nevada dan juga berencana untuk membangun penelitian baterai dan fasilitas manufaktur di Fremont, California.

Lalu negara mana yang dikabarkan memiliki potensi untuk membangun pabrik baru Tesla di kawasan Asia?

Dikutip Carscoops Rabu (8/7/2020) pemilihan pabrik juga didasarkan pada kondisi pasar mobil listrik di negara tersebut. Korea Selatan dan Jepang dianggap menjadi negara potensial, sebab kedua negara itu lebih mapan serta memiliki produsen baterai dan pemasok komponen mobil listrik.

Negara lain yang berpotensi memiliki peluang tersebut ialah India, sebab di negara tersebut sudah mulai menjual kendaraan listrik plus ada beberapa produsen yang sudah menjual mobil listrik. Sebut saja Tata Motors, Mahindra, Hyundai, dan MG sudah menjual mobil listrik di India.

Dikutip dari Hindustantimes, bahkan pemerintah Tamil Nadu, India sudah 'mencuri start' dengan menulis surat kepada eksekutif pabrikan mobil, termasuk Tesla, untuk membangun jaringan di negara tersebut.

Bagaimana di Indonesia?

Nama perusahaan Elon Musk memang masuk radar pemberitaan tahun lalu. Kabarnya banyak perusahaan asing ramai-ramai mengucurkan investasi untuk menyediakan baterai mobil listrik.

Perusahaan besar menggarap pembangunan pabrik baterai lithium secara bersamaan di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Sulawesi Tengah.

Ada beberapa perusahaan yang berkomitmen membangun pabrik tersebut dengan investasi sekitar US$ 4 miliar. Yaitu, CATL bersama dengan LG, Volkswagen, Mercedes, hingga Tesla milik Elon Musk yang biasa dijuluki 'Iron Man'.

Menurut Luhut, peran paling besar dari pembangunan pabrik batu baterai lithium di Morowali adalah Contemporary Amperex Technology (CATL), sisa porsinya dibagi-bagi.

"Tesla juga join dengan situ. Tapi berapa banyak saya nggak tahu," kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (23/7/2019).



Simak Video "Elon Musk Rilis Lagu EDM, Gimana Jadinya?"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com