Selasa, 23 Jun 2020 20:50 WIB

Terdampak Corona, DFSK Pertimbangkan Efisiensi Tenaga Kerja?

Ridwan Arifin - detikOto
DFSK Glory i-Auto DFSK Glory i-Auto Foto: Rizki Pratama
Jakarta -

Pandemi corona berdampak pada berbagai lini bisnis di industri otomotif. Demi menekan biaya, beberapa pabrikan otomotif melakukan efisiensi.

Efisiensi dalam hal ini berupa pemutusan hubungan kerja atau PHK karyawan dan berusaha melalui pandemi dengan merumahkan dan melakukan pemotongan gaji karyawannya. Bagaimana dengan Sokonindo Automobile atau yang akrab dengan sapaan DFSK?

"Belum ada sampai saat ini (efisiensi karyawan-Red)," ujar PR and Digital Manager Sokonindo Automobile, Arviane Dahniarny Bahar saat dihubungi detikcom, Selasa (23/6/2020).

Berdasarkan data retail sales (penjualan dari dealer ke konsumen) Gabungan Asosiasi Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) DFSK menjadi salah satu brand otomotif yang terdampak. Penjualan kian menukik selama pandemi Corona, pada Januari mampu menjual 355 unit, Februari 346 unit, Maret 255 unit, April 53 unit, dan Mei 51 unit.

DFSK sendiri mempertimbangkan sejumlah langkah efisiensi perusahaan sebagai imbas pandemi Covid-19.

"Di masa seperti ini, memang efisiensi sudah menjadi pilihan di beberapa bagian. Karena hal ini akan berdampak pada strategi ke depannya," kata Ane.

Salah satunya harus memutar otak untuk mencari cara penjualan tepat memasarkan mobil yang diproduksi di kawasan Cikande, Banten, Jawa Barat. Pabrik DFSK ini mulai kembali ngebul setelah libur lebaran kemarin.

"Sehingga akan lebih efektif bagi laju usaha kami. Maka dari itu ada beberapa hal seperti kegiatan marketing yang perlu kami alihkan platform-nya sehingga lebih efisien dan efektif," tutup Anne.



Simak Video "Berdendang di Khitanan, Rhoma Irama Akan Diperiksa Polisi"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com