Kamis, 28 Mei 2020 11:21 WIB

Puluhan Ribu Kendaraan Pemudik Diputarbalik, Polisi: Jangan Dibanggakan

Luthfi Anshori - detikOto
Bus AKAP Diminta Putar Balik di Perbatasan Bekasi-Karawang Bus AKAP diminta putar balik di perbatasan Bekasi-Karawang.(Foto: Luthfi Anshori/detikOto)
Jakarta -

Polisi sudah memutar balik sekitar 82.604 kendaraan selama diberlakukannya aturan larangan mudik, yang dimulai sejak 24 April lalu. Meski berhasil menggagalkan puluhan ribu kendaraan pemudik dalam rangka pencegahan penyebaran virus Corona, polisi mengatakan bahwa angka itu bukanlah suatu hal yang perlu dibanggakan.

Dijelaskan Direktur Keamanan dan Keselamatan (Dirkamsel) Korlantas Polri Brigjen Pol, Chryshnanda Dwilaksana, hal lain yang lebih penting dari itu adalah bagaimana masyarakat bisa tergugah kesadarannya untuk mematuhi aturan tersebut.

"Kalau ada angka besar yang diputarbalik, itu bukan isu yang patut dibanggakan," kata Chryshnanda, dalam diskusi virtual yang digelar oleh Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Rabu (27/5/2020).

"Isunya yang paling penting adalah bagaimana orang sadar bersama-sama mengatasi dan menyelesaikan (pandemi COVID-19) ini," lanjut Chryshnanda.

Chryshnanda juga menjelaskan jika kerja-kerja penyekatan dan penjagaan yang dilakukan polisi dalam menerapkan larangan mudik, menghadirkan dilema tersendiri.

"Karena kondisi dan situasi ini sulit. Kondisi ini bisa membuat potensi konflik. Yang sekarang kita lakukan memutar balik kendaraan, kita menyuruh orang untuk berhenti untuk tidak boleh lewat, membatasi. Jadi seolah-olah kita menghadapi suatu dilematis yang harus kita lakukan demi kemanusiaan," ujarnya lagi.



Simak Video "Sebelum Jokowi Larang Mudik, 253 Ribu Pemudik Sudah Masuk Jabar"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com