Mau Jual Mobil karena Butuh Uang tapi Harga Lagi Jatuh, Gimana Dong?

M Luthfi Andika - detikOto
Jumat, 08 Mei 2020 16:38 WIB
Pekerja mengecek mobil yang dijual di Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua, Jakarta Utara, Jumat (17/5/2019). Manajer Pemasaran Senior WTC Mangga Dua Herjanto Kosasih menyatakan penjualan mobil bekas menjelang mudik Lebaran 1440 H meningkat 20 persen dibanding hari biasa pada bulan sebelumnya. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/foc.
Ilustrasi jualan mobil bekas Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Jakarta -

Memilih menjual mobil jadi opsi saat ekonomi sulit di tengah pandemi virus Corona. Masalahnya, harga mobil juga lagi drop karena permintaan pasar menurun drastis. Bagaimana ini?

Serba salah memang, satu sisi ingin menjual kendaraan karena kebutuhan semakin mendesak. Namun harga jual kendaraan yang semakin rendah jadi dilema tersendiri bagi pemilik kendaraan.

Pemilik kendaraan tentu saja berharap menjual mobil dengan harga tertinggi. Tapi dalam kondisi sulit seperti sekarang ini, keinginan tersebut sulit terealisasi. Harga mobil bekas terus turun dalam beberapa waktu terakhir.

"Orang mau jual dengan harga normal ya boleh-boleh saja, tapi siapa yang mau beli?" ujar Senior Manager Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua, Herjanto Kosasih kepada detikcom.

"Kalau ada yang beli ya syukur. Tapi menurut saya itu berat karena saat ini semakin banyak orang yang membutuhkan uang," dia menambahkan.

Ini memang beralasan, lantaran pandemi virus Corona telah membuat pasar mobil bekas saat ini babak belur. Seperti diberitakan sebelumnya, jual beli mobil bekas pada 2020 ini diprediksi turun 80-90 persen.

Ilustrasi Mobil Bekas AmerikaIlustrasi Mobil Bekas Amerika Foto: Rizki Pratama/detikOto

"Sampai akhir tahun, penjualan tinggal 10-20 persen. Karena semua bursa (showroom mobil bekas kan sudah ditutup-red)," bilang Senior Manager Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua, Herjanto Kosasih, kepada detikOto, beberapa waktu lalu.

Pada Maret, penjualan mobkas di bursa WTC Mangga Dua masih bisa mencapai 1.700 unit. Namun setelah bulan Maret penjualan diprediksi akan turun drastis.

"Paling setelah (Maret 2020) itu kita cuma bisa jual 100-200 unit," ucap Herjanto.

Turunnya permintaan mobil bekas dikarenakan banyak calon konsumen yang mengalihkan uangnya untuk kebutuhan barang pokok. Di sisi lain, adanya anjuran agar tetap di rumah, juga membuat kunjungan konsumen ke showroom mobil bekas menurun. Sementara dealer mobkas sendiri saat ini juga sudah banyak yang tutup karena penerapan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar).

Saat ini banyak pelapak dan pembeli mobil bekas beralih ke platform jual beli online.



Simak Video "Siapkah Indonesia Hadapi Varian Corona yang Lebih Ganas?"
[Gambas:Video 20detik]
(lth/din)