Jumat, 08 Mei 2020 08:05 WIB

Pabrik Tesla di China Setop, Diduga Kekurangan Bahan Baku

Luthfi Anshori - detikOto
Produsen mobil listrik Amerika Serikat, Tesla membangun pabrik baru di Jerman. Lokasi pembangunan pabrik berada di hutan di Gruenheide, Berlin. Logo Tesla.Foto: Getty Images/Sean Gallup
Jakarta -

Produsen mobil listrik asal AS, Tesla, menghentikan sementara operasional pabriknya di Shanghai, China. Salah satu pemicunya diduga karena rantai suplai bahan baku yang terganggu.

Mengutip dari Bloomberg, pada awalnya perusahaan milik Elon Musk itu meliburkan sementara pekerjanya selama lima hari mulai tanggal 1-5 Mei 2020, untuk menyambut hari buruh internasional.

Namun kemudian perusahaan memperpanjang masa libur itu, dan meminta karyawan kembali ke pabrik pada tanggal 9 Mei 2020. Informasi ini memang tidak diumumkan ke publik secara resmi oleh Tesla.

Belum diketahui pasti alasan Tesla memperpanjang masa libur karyawan dan operasional pabrik di Shanghai. Namun pemicunya diduga karena kekurangan bahan baku untuk produksi.

Pabrik Tesla di China tak hanya kekurangan suku cadang untuk memproduksi Tesla Model 3. Tapi juga menghadapi masalah terkait peralatan manufaktur penting yang tengah diperbaiki.

Dengan berhentinya pabrik di China, maka Tesla saat ini tidak memproduksi satu pun mobil di seluruh dunia. Sebab fasilitas pabrik Tesla di California, AS, sudah lama berhenti terkena dampak pandemi virus Corona.



Simak Video "Ahmad Sahroni dan Bamsoet Pimpin Klub Mobil Listrik Pertama di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com