Penjualan Mobil di Tengah Corona Anjlok 22%

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Senin, 20 Apr 2020 08:15 WIB
Penjualan Domestik Kendaraan Komersial Naik

Sejumlah mobil terparkir di Car Port Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (12/3/2018). Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyatakan bahwa penjualan domestik kendaraan komersial sampai pada 2017, 235.307 unit terbagi di antaranya truk naik 45%, pickup naik 6 persen, dan double cabin naik 46 persen. Grandyos Zafna/detikcom
Penjualan mobil Maret 2020 anjlok. Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Penjualan mobil khususnya secara retail (penjualan dari dealer ke konsumen langsung) mengalami penurunan drastis pada Maret 2020. Di tengah pandemi virus Corona (COVID-19), penjualan mobil Maret 2020 anjlok hingga 22,4% dibanding Februari 2020.

Retail sales menggambarkan penjualan secara langsung ke konsumen yang artinya mobil sudah dikirim ke garasi konsumen. Angka retail sales berbeda dengan wholesales atau distribusi dari pabrik ke dealer. Data wholesales Maret 2020 penurunannya cuma 3,5% dibanding Februari 2020.

Menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil secara retail pada Maret 2020 tercatat hanya sebanyak 60.447 unit. Angka itu turun drastis hingga 22,4% dari 77.847 unit pada bulan sebelumnya.

Seperti diketahui, Maret 2020 beberapa wilayah di Indonesia mulai menerapkan kampanye jaga jarak sosial. Beberapa perkantoran menerapkan kerja dari rumah atau work from home (WFH) sejak Maret 2020. Sedikit banyak pembatasan sosial itu mempengaruhi penjualan mobil.

Penjualan Maret 2020 dibanding Maret 2019 selisihnya pun lumayan jauh. Jika dibandingkan Maret 2019, penjualan mobil Maret 2020 anjlok hingga 33,9%. Data Gaikindo mencatat, Maret 2019 penjualan mobil mencapai 91.430 unit.

Kontribusi penjualan mobil sepanjang kuartal pertama 2020 (Januari-Maret) juga lebih sedikit ketimbang kuartal pertama 2019. Total selama tiga bulan pertama 2020, penjualan mobil secara retail hanya 219.361 unit. Angka itu turun 15,9% dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai 260.804 unit.

Gaikindo sendiri telah mengoreksi target penjualan mobil 2020. Gaikindo memperkirakan penjualan mobil pada tahun 2020 turun 40%. Sebelumnya, Gaikindo menargetkan penjualan mobil sebanyak 1,1 juta unit tahun ini. Tapi, karena virus corona menyerang, target itu turun menjadi hanya 600.000 unit tahun ini.

Itu artinya penjualan mobil tahun 2020 bakal menyentuh angka terendah dalam 10 tahun terakhir. Mengulik data Gaikindo, penjualan otomotif di Indonesia mencapai sekitar 1 juta unit mulai tahun 2012 hingga 2019. Target penjualan mobil 2020 yang hanya 600.000 unit bahkan lebih rendah daripada pencapaian penjualan kendaraan pada 2010 yang mencapai 731.292 unit.

Menurut Ketua I Gaikindo, Jongkie D. Sugiarto, pihaknya memprediksi penjualan mobil pada April hingga Juni atau Juli akan anjlok drastis. Dia memprediksi penjualan mobil selama April sampai Juni atau Juli diperkirakan hanya 100.000 unit. Padahal, di hari normal penjualan mobil bisa di angka 80.000 sampai 90.000 unit per bulan.



Simak Video "Satgas Ungkap Efek Libur Panjang Terhadap Kasus Corona di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)